London, LiputanIslam.com–Organisasi Hak Asasi Manusia (HRW) mengatakan, Inggris memeras keuntungan dari penderitaan penduduk sipil Yaman dengan menjual senjata ke Arab Saudi.

Ucapan ini dinyatakan HRW dalam jumpa pers pada Selasa (11/7/17), setelah Mahkamah Agung Inggris mengumumkan bahwa penjualan senjata Inggris ke Riyadh bukanlah tindak ilegal.

HRW memperlihatkan kekecewaan atas MA karena tidak menekan Riyadh untuk menghentikan “serangan ilegal” di Yaman.

Kelompok ini juga mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi setidaknya 81 serangan melanggar hukum oleh koalisi pimpinanan Saudi terhadap bangunan sekolah, pasar, rumah sakit, dan rumah-rumah milik msyarakat sipil.

Pada Maret 2015, rezim Saudi dan sekutu mereka yang disokong oleh AS, memulai agresi militer di Yaman. Perang ini telah membunuh lebih dari 12.000 warga sipil hingga sekarang.

Perdana Menteri Inggris Theresa May baru-baru ini berhasil menjual senjata perang seharga £3.5 milyar kepada kerajaan Saudi.

Konflik di Yaman juga telah menyebabkan meluasnya penyakit kolera yang dilaporkan sudah berjumlah sekitar 300.000 kasus sejak bulan April lalu.

Organisasi internasional, termasuk PBB dan Red Cross, mengatakan agresi militer Saudi bertanggungjawab atas wabah kolera di Yaman. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL