A Muslim family camps at Ecole Liberte in Bossangoa north of capital Bangui in Central African RepublicBangui, LiputanIslam.com — Kelompok aktifis HAM internasional, Human Right Watch, menyerukan dihentikannya pembantaian terhadap orang-orang Islam di Republik Afrika Tengah, Sabtu (8/2). Seruan ini dilakukan setelah kaum muslim di negeri ini secara sistematis telah mengalami pembersihan etnis hingga ribuan di antaranya tewas dan ratusan ribu lainnya harus menjadi pengungsi.

“Seluruh pemukiman telah kosong dengan orang-orang Muslim. Keberadaan mereka telah terhapuskan di kota ini. Masjid-masjid mereka telah dihancurkan berkeping-keping,” kata koordinator bantuan HRW di kota Bangui, Peter Bouckaert, Sabtu (8/2).

“Kita berada pada kondisi dimana tindakan segera harus dilakukan untuk menghentikan pembantaian,” tambahnya lagi.

Kaum muslim di negeri tersebut mencakup 15% dari total negeri berpenduduk 4,6 juta jiwa yang mayoritas beragama Kristen itu.

Bouckaert menyerukan PBB untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian dengan segera untuk menghentikan pembantaian. “Kalau tidak masa depan kaum muslim di negeri ini akan tinggal sejarah,” katanya.

Perdana Menteri Andre Nzapayeke dalam wawancara dengan stasiun radio di Bangui, hari Sabtu (8/2) mengatatakan, “Ada sebagian orang di negeri ini yang tidak menginginkan keberadaan orang-orang muslim. Namun setelah orang-orang Muslim pergi, apa yang akan terjadi selanjutnya? Orang-orang Protestan akan mengusir orang-orang Katholik dan kemudian kaum Babtis melawan Evangelis, dan terakhir kaum animis. Kinilah saatnya menguasai kendali dan menghentikan kita menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan.”

Pengadilan Kriminal Internasional mengumumkan telah memulai penyelidikan terhadap kejahatan yang terjadi di Afrika Tengah. Hal itu diungkapkan dalam pernyataan resminya pada hari Jumat di Hague, Belgia.

“Bencana kemanusiaan di Afrika Tengah sejak September 2012 telah berjalan dari “buruk” ke “terburuk”,” kata Fatou Bensouda, kepala jaksa penuntut Pengadilan Internasional dalam pernyataanya.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL