rohingyaBangkok, LiputanIslam.com — Lembaga aktifis HAM Human Rights Watch (HRW) mendesak dilakukannya penyelidikan atas pengusiran para pengungsi Rohingya oleh Thailand untuk memastikan keselamatan mereka.

“Kami menuntut dilakukannya penyelidikan yang transparan atas apa yang sebenarnya terjadi dengan 1.300 warga Muslim Rohingya yang disebutkan oleh Thailand telah dideportasi ke Myanmar tiga bulan yang lalu,” kata Pimpinan HRW Thailand Sunai Phasuk di Bangkok, Jumat (14/2).

Otoritas Thailand minggu lalu mengumumkan telah mengusir pengungsi Rohingya dari pusat-pusat penampungan imigran kembali ke Myanmar tahun lalu. Sebelumnya HRW menyebut pengusiran tersebut sebagai pelanggaran nyata atas hukum internasional yang melarang semua negara untuk mengusir kembali para pengungsi ke tempat asalnya dimana mereka menghadapi bahaya. Berbagai pihak juga menuduh Thailand turut berperan dalam penindasan terhadap warga Rohingya, sebagaimana pemerintah Myanmar yang membiarkan aksi-aksi kekerasan dilakukan terhadap mereka.

PBB telah menetapkan wargaa Muslim Rohingya yang tinggal di Myanmar sebagai salah satu komunitas yang paling tertindas di dunia.

Warga Muslim Rohingya mencakup sekitar 5% dari 60 juta penduduk Myanmar. Meski telah tinggal jauh sebelum kemerdekaan Myamar tahun 1948, warga Myanmar dianggap sebagai “bukan warganegara” oleh pemerintah Myanmar dan termarginalkan dalam segala aspek kehidupan. Dalam beberapa tahun terakhir kondisi mereka bahkan semakin memburuk setelah para ekstremis Budha melakukan pembersihan etnis atas mereka.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL