New York, LiputanIslam.com–Organisasi Human Rights Watch (HRW) melaporkan bahwa terdapat 288 desa milik kelompok Muslim Rohingya yang dibakar di Rakhine state, Myanmar, karena tindak persekusi dari militer pada 25 Agustus lalu.

Menurut laporan tersebut, kerusakan terbesar terjadi di kota Maungdaw, di mana ditemukan 90 persen area yang hancur terhitung antara tanggal 25 Agustus sampai 25 September.

Wakil direktur HRW Asia, Phil Robertson, menuturkan dalam sebuah pernyataan bahwa militer Burma bertanggungjawab atas kejahatan di seluruh kawasan yang telah hancur.

“Militer Burma menghancurkan ratusan desa Rohingya dan melakukan pembunuhan, pemerkosaan, dan kejahatan lain melawan kemanusiaan dan memaksa Rohingya lari demi menyelamatkan nyawa,” kata Robertson.

“Gambar-gambar satelit terbaru ini memperlihatkan mengapa ada setengah juta warga Rohingya yang lari ke Bangladesh selama 4 minggu saja,” tambahnya.

PBB pada Selasa (17/10/17) melaporkan terdapat  582.000 pengungsi Rohingya yang lari dari Rakhine state ke Bangladesh sejak Agustus, dan ada ribuan lainnya yang terlantar di perbatasan negara.

Gelombang besar pengungsi ini telah menyebabkan tekanan yang besar bagi pemerintah Bangladesh dan sumber dana bantuan. Mereka menyebut krisis ini sebagai salah satu keadaan darurat kemanusiaan yang paling mendesak di dunia. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL