houthi fighterSana’a, LiputanIslam.com — Bentrokan senjata kembali pecah antara pejuang Syiah Houthi dengan militan salafi di dekat ibukota Yaman Sana’a, Jum’at kemarin (7/2). Bentrokan ini sekaligus mengakhiri gencatan senjata yang telah disepakati antara keduanya beberapa hari sebelumnya.

Bantrokan pecah di wilayah utara Arhab yang terletak 35 km dari ibukota dan dekat dengan bandara internasional Amman. Bentrokan tersebut menyusul pengunduran diri wakil pemerintah dalam dialog nasional yang digagas pemerintah untuk mengakhiri konflik politik dan sektarian berkepanjangan. Pengunduran diri wakil pemerintah tersebut, Abdulqader Hilal, diumumkan melalui akun “Facebook” hari Kamis (6/2).

Menurut penduduk, ketegangan masih berlangsung di wilayah bentrokan.

Gerakan perjuangan Syiah Houthi, diambil dari nama pemimpin mereka Hussein Badreddin al-Houthi, mengangkat senjata untuk menuntut hak-hak orang-orang Syiah yang mayoritas menempati wilayah utara Yaman. Namun pemerintah pusat di Sana’a menuduh mereka tengah berjuang untuk menegakkan kembali negara Imamah Syiah yang pernah berdiri di Yaman hingga pertengahan abad 20 lalu sebelum ditumbangkan oleh kudeta militer.

Gerakan Syiah Houthi turut berjasa menumbangkan diktator Saleh Ali pada tahun 2012. Ali, adalah seorang Syiah sebagaimana sekitar 40% penduduk Yaman lainnya, namun ia memerangi dengan sengit kaum Syiah Houthi dengan dukungan milisi suku-suku Suni, kelompok-kelompok salafi hingga tentara Saudi yang beberapa kali menerobos wilayah Yaman untuk memerangi orang-orang Syiah. Sebaliknya, para pejuang Houthi pun berulangkali melakukan serangan lintas perbatasan ke Saudi.

Saat ini kaum Syiah HOuthi telah menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman dan kedudukan mereka semakin mengancam kekuasaan pemerintahan Sana’a.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL