Hong Kong, LiputanIslam.com—Polisi Hong Kong menembakkan gas air mata dan peluru karet dalam aksi demonstrasi yang berakhir ricuh pada Senin (22/7). Kericuhan ini dipicu kemarahan pengunjuk rasa atas kontroversi RUU ekstradisi yang tak kunjung usai.

Ratusan polisi anti huru-hara terlihat berbaris berhadapan dengan para pengunjuk rasa lebih dari satu kilometer dari Kantor Penghubung. Sirene ambulans menggema di antara kerumunan orang yang terus-menerus meneriakkan slogan protes.

Kantor berita lokal RTHK melaporkan bahwa para pengunjuk rasa membalas serbuan polisi dengan melemparkan botol, batu bata, tiang, dan payung.

Selama dua bulan terakhir, jutaan warga Hong Kong turun ke jalanan untuk memprotes kebijakan pemimpin mereka, Carrie Lam. Aksi massal ini memicu gejolak sosial terburuk bagi negara bekas koloni Inggris itu sejak kembali ke pemerintahan Cina pada 22 tahun yang lalu.

Aksi-aksi ini seringkali melumpuhkan kawasan distrik keuangan, menutup kantor pemerintah, dan mengganggu operasi bisnis di seluruh kota. Para pejabat Hong Kong juga telah memperingatkan akan dampak ekonomi akibat aksi-aksi kerusuhan ini. (ra/reuters)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*