hollandeParis, LiputanIslam.com — Presiden Perancis Francois Hollande telah menunjuk kabinet baru setelah partai sosialis yang berkuasa menderita kekalahan memalukan dalam pemilihan lokal.

Reshuffle di tengah periode itu diumumkan pada Rabu (2/4)  oleh Manuel Valls, perdana menteri baru negara itu.

Valls, menteri dalam negeri pada pemerintahan sebelumnya menggantikan Jean Marc Ayrault, yang mundur menyusul kekalahan partai Sosial dalam pemilihan kota yang menjadi bencana politik.

Selain itu, Menteri Keuangan Pierre Moscovici dipecat dari kursnya dan tugas-tugasnya sekarang dibagi antara dua menteri. Michel Sapin menerima pos keuangan sementara Arnaud Montebourg akan mengelola industri dan ekonomi.

Reshuffle juga melibatkan Segolene Royal, mantan teman hidup Hollande dan sekaligus ibu dari empat anak-anaknya. Ia bergabung dengan kabinet melayani urusan kementrian lingkungan.

Menteri Pertahanan Perancis Jean Yves Le Drian dan Menteri Luar Negeri Laurent Fabius tetap dalam posnya.

Sementara itu, dua menteri Partai Hijau dari kabinet sebelumnya telah mengundurkan diri sebagai protes terhadap pengangkatan Valls sebagai perdana menteri. Mereka mengkritik Valls untuk catatan kerasnya pada isu-isu imigrasi .

Kabinet baru datang dua hari setelah pemerintah pertama Hollande mengundurkan diri atas kekalahan besar Partai Sosialis yang berkuasa dalam pemilihan kota. Partai Hollande kehilangan lebih dari 150 kota besar dan kecil dalam pemungutan suara.

Kedua sayap kanan anti imigrasi Front Nasional (FN) dan partai oposisi utama Persatuan Gerakan Populer (UMP) membuat kemenangan bersejarah dalam pemilu, yang merupakan tes besar pertama untuk Hollande sejak ia menjabat pada tahun 2012.

Para ahli mengatakan perbumbuhan ekonomi yang stagnan, pengangguran yang tinggi dan jatuhnya standar hidup di Perancis adalah alasan utama di balik kekalahan Sosialis dalam pemungutan suara.

Pada bulan Januari lalu ribuan demonstran berbaris melalui jalan-jalan ibukota, Paris, sebagai protes terhadap buruknya kinerja pemerintahan Hollande .

Presiden Perancis, yang menjabat pada Mei 2012 dengan janji reformasi kebijakan ekonomi dan luar negeri, telah menjadi presiden Prancis paling tidak populer dalam sejarah karena ia telah gagal untuk memenuhi janji-janji yang dibuatnya selama kampanye pemilihannya.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL