waziristanIslamabad, LiputanIslam.com — Ribuan orang meninggalkan wilayah Waziristan Utara, Pakistan utara, untuk menghindar dari operasi militer pasukan pemerintah.

Sebuah kamp pengungsi telah dibangun di dekat kota Bannu, namun masih dengan kondisi kekurangan listrik, makanan dan air bersih. Demikian keterangan pejabat-pejabat lokal. Sebagian besar pengungsi menginap di rumah saudara dan kerabat.

Sebagaimana laporan BBC, Kamis petang (19/6), jam malam telah dicabut untuk memungkinkan warga meninggalkan Waziristan utara. Puluhan ribu warga telah mengungsi, namun ribuan lainnya diperkirakan masih akan pergi untuk menyelamatkan diri dalam beberapa hari ke depan.

“Kami telah terkunci di dalam rumah selama empat hari sejak jam malam ditetapkan,” kata seorang penduduk dari kota Mir Ali, Waziristan utara, kepada BBC.

“Toko-toko tutup dan kami kekurangan makanan. Saya bahkan tidak bisa membawa anak saya ke rumah sakit. Ini lah rasanya jika kita terpisah dari dunia.”

Warga lainnya, Khurshid Khan, mengatakan, “saya datang ke sini dengan beberapa wanita dan anak-anak. Tidak ada air sedikit pun sepanjang perjalanan. Wajah anak saya menguning karena kekurangan air, dan kami masih tidak tahu akan kemana kami selanjutnya.”

Militer mengatakan setidaknya 160 militan tewas oleh serangan udara yang dilancarkan di kota Shawal dan area-area lainnya di Waziristan utara, hari Minggu lalu (15/6). Tidak ada akses media di wilayah tersebut sehingga klaim tersebut belum bisa dikonfirmasi.

Tank-tank dan tentara dikerahkan dalam skala operasi militer penuh untuk menghancurkan kekuatan militan Taliban di sekitar perbatasan Afghanistan. Demikian keterangan militer Pakistan.

Beberapa partai politik Islam membangun kemah-kemah pertolongan di sepanjang jalan, namun tidak satupun kemah bantuan pemerintah yang didirikan.

Karena alasan budaya, para pengungsi lebih suka tinggal di rumah keluarga dan kerabatnya daripada sebagai pengungsi di kemah-kemah.

Pada hari Senin (16/6) para pejabat lokal meminta pemerintah untuk membuka jalan agar penduduk bisa meninggalkan wilayah konflik. Tentara sebelumnya telah memblokir jalan-jalan menuju Waziristan utara sebelum operasi militer dilakukan.

Namun meski pemerintah telah mencabut jam malam, tidak terlihat kesiapan serius untuk mengantisipasi mengalirnya ribuan pengungsi. Hanya ada satu kamp pengungsi yang didirikan di Bakakhel, dekat kota Bannu.

Hanya ada tiga atau empat keluarga yang tinggal di kamp tersebut. Mereka pun mengeluhkan tidak adanya makanan dan minuman yang cukup di tengah udara panas yang menyerang. Selain itu juga terdapat banyak ular dan kalajengking di sekitar kamp yang membuat orang-orang ketakutan untuk tinggal di sana.

Waziristan Utara adalah satu distrik di wilayah region FATA atau wilayah kekuasaan suku-suku yang diatur secara federal atau oleh negara. Distrik ini berpenduduk sekitar 7 juta jiwa. Para pejabat mengatakan sekitar 80% warga masih tinggal saat operasi militer meningkat. Wilayah ini adalah basis utama kelompok-kelompom militan Pakistan.

Perdana menteri Nawaz Sharif memerintahkan operasi militer besar-besaran sebagai balasan atas serangan kelompok militan terhadap bandara internasional Jinnah di Karachi beberapa waktu lalu yang menewaskan puluhan personil militer dan pegawai bandara.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL