hillary3Washington DC, LiputanIslam.com — Reaksi keras atas sikap beberapa senator yang membuat surat terbuka anti-Iran terus bermunculan. Kali ini mantan ibu negara dan Menlu AS Hillay Clinton.

Seperti dilansir Press TV, Selasa (10/3) Hillary Clinton yang merupakan salah seorang capres AS mendatang ini mengatakan bahwa apa yang dilakukan para senator itu “bertentangan dengan tradisi kepemimpinan AS”.

“Apakah para senator itu tengah mencoba membantu dalam masalah Iran atau sengaja melecehkan komandan tertinggi dalam diplomasi internasional yang sangat penting (Presiden Obama), keduanya hanya mendiskreditkan para penandatangan surat itu,” kata Hillary Clinton dalam sebuah acara di New York, Selasa kemarin.

Dalam sebuah surat terbuka kepada Iran, hari Senin (9/3), 47 senator AS dari Partai Republik mengatakan bahwa setiap perjanjian dengan Iran harus disetujui oleh Congress yang saat ini didominasi oleh Partai Republik yang menjadi oposisi Presiden Obama yang berasal dari Partai Demokrat. Mereka juga menyebutkan bahwa perjanjian itu tidak berlaku lagi setelah Presiden Obama keluar dari Gedung Putih.

Surat itu dikeluarkan terkait dengan perundingan program nuklir Iran yang diikuti oleh AS, dan kini telah sampai pada tahap akhir. Hal itu ditentang Israel dan para politisi anti-Iran di AS. Pada tanggal 3 Februari lalu Ketua Congress AS mengundang PM Israel Benjamin Netanyahu untuk berpidato mengecam perundingan nuklir Iran. Hal itu membuat hubungan AS dengan Israel serta pemerintah AS dengan Congress, memanas.

Menurut Clinton, Presiden Obama dan timnya tengah berada di tengah-tengah “negosiasi intensif” dengan Iran atas program nuklir Iran.

“Kita harus mengkritisi setiap kesepakatan akhir dalam perundingan ini. Namun surat dari para senator Partai Republik itu bertentangan dengan tradisi terbaik dalam kepemimpinan Amerika dan orang harus bertanya, apakah tujuan dari surat itu?” Kata Hillary Clinton.

Gedung Putih juga bereaksi keras atas surat tersebut dengan menyebutnya sebagai ‘melemparkan pasir di atas gigi mesin’ atas perundingan program nuklir Iran. Sedangkan Menlu Iran Javad Zarif mengatakan kepada wartawan, Senin, bahwa surat para senator itu ‘tidak memiliki nilai hukum’ dan hanya sekedar sebuah ‘alat propaganda’.

Sementara itu wartawan senior Tony Cartalucci, dalam artikelnya di situs Activist Post sehari sebelum pidato Netanyahu di depan Congress tanggal 3 Maret, menyebut langkah AS mengikuti perundingan nuklir Iran hanyalah sebuah ‘kamuflase’ untuk menutupi niat sebenarnya AS untuk menyerang Iran.

“Negosiasi-negosiasi dengan Iran atas program nuklir Iran hanyalah sebuah ‘pertunjukan’ yang digunakan untuk memberikan kesan di hadapan dunia bahwa AS telah mencoba melakukan semua upaya damai, sebelum memaksakan perubahan kepemimpinan (Iran),” tulis Cartalucci.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*