hillary3Washington DC, LiputanIslam.com — Kandidat capres dan mantan Menlu AS Hillary Clinton menyesal telah menggunakan e-mail resmi saat menjabat sebagai Menlu AS. Penggunaana e-mail resmi untuk urusan pribadi inilah yang menimbulkan skandal yang menjeratnya, meski belum ada tindakan hukum atasnya.

“Saya menyesal hal ini telah menimbulkan kebingungan,” katanya kepada MSNBC, seperti dilansir BBC News, Jumat petang (4/9).

Dalam wawancara itu, Hillary mengatakan tidak menyadari bagaimana penggunaan e-mail akan dilihat oleh publik.

Skandal ini telah mengundang kecaman publik, terutama setelah pencalonan dirinya sebagai kandidat presiden mendatang dari Partai Demokrat. Tindakannya dianggap telah mengancam keamanan negara, namun ia menanggapinya terlalu santai, dan hal itu dianggap membahayakan pencalonannya sebagai presiden tahun depan. Demikian seperti dilaporkan BBC.

Sejumlah jajak pendapat menempatkannya sebagai capres yang kurang bisa dipercaya karena skandal ini. Demikian BBC News melaporkan.

Menurut undang-undang federal AS, surat-menyurat seorang pejabat dianggap sebagai hak milik pemerintah. Pada bulan Maret lalu Hillary mengatakan telah membuat ketetapan daftar email-email yang terkait dengan pekerjaan sebagai pejabat, jika dibutuhkan otoritas AS.

Dari sekitar 60.000 e-mail yang telah dikirimkan selama menjabat, separohnya merupakan e-mail yang terkait dengan pekerjaan, sementara yang bersifat pribadi telah dihapuskannya, Hillary Clinton mengatakan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL