hillary3Washington DC, LiputanIslam.com — Mantan Menlu dan ibu negara Hillary Clinton mengaku bersalah atas keputusannya mendukung Perang Irak yang membuat situasi di Irak sekarang menjadi ‘berbahaya’.

Kandidat presiden dari Partai Demokrat itu memberikan komentarnya tentang Perang Irak menjawab pertanyaan tentang apakah saat ini dunia lebih baik situasinya dengan kematian Saddam Hussein.

“Apa yang kita lihat saat ini adalah berbeda dan situasi yang sangat berbahaya,” kata Hillary kepada wartawan, Selasa (19/5), seperti dilaporkan BBC News.

“Saya menyatakan dengan tegas bahwa saya telah membuat kesalahan, jelas dan tegas, dan saya telah menulisnya di dalam buku saya. Saya telah mengatakan hal ini di masa lalu,” kata Hillary lagi.

Hillary Clinton adalah seorang senator yang mendukung keputusan Presiden George W Bush untuk menyerang Irak tahun 2003 lalu. Alasan penyerangan itu adalah karena Irak dianggap telah menumpuk senjata-senjata pemusnah massal yang kemudian terbukti sebagai tuduhan palsu setelah tidak ditemukannya senjata-senjata yang dimaksud di Irak.

Tentang situasi di Irak sekarang dimana pemerintah tengah berperang melawan kelompok ISIS, Hillary mengatakan bahwa AS harus mendukung pemerintah dan rakyat Irak melawan kelompok ISIS.

Isu tentang Perang Irak kembali memanas di AS akhir-akhir ini setelah kandidat presiden dari Partai Republik yang juga adik kandung George W Bush, Jeb Bush, baru-baru ini mengatakan bahwa dirinya akan mengambil keputusan yang sama dengan George W Bush jika menjadi Presiden AS saat itu.

Meski demikian, dalam wawancara dengan Fox News minggu lalu, mantan Gubernur Florida itu mengakui bahwa apa yang dilakukan George W. Bush adalah sebuah kesalahan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL