Foto: merdeka.com

Foto: merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com — Abdullah Mahmud Hendropriyono, menemui Presiden Joko Widodo pada Senin, 5 Januari 2015 di Istana Negara. Sejak pilpres, ia disebut-sebut memiliki kedekatan khusus dengan Jokowi sehingga sempat dipercaya sebagai penasehat Tim Transisi. Namun ketika dikonfirmasi apakah Hendropriyono hendak mengincar jabatan di ring satu kepresidenan, mantan Kepala BIN ini membantah. Usai pertemuan, Hendropriyono mengaku melaporkan kondisi kesehatannya.

“Waktu itu kan saya menghadap dalam keadaan sakit, sekarang saya laporan bahwa saya sudah sembuh. Kekuatan sudah 55 dan siap untuk fight lagi,” ujarnya, di Istana Negara, Jakarta, seperti dilansir merdeka.com, 6 Desember 2014.

Hendro tidak menjelaskan dengan detail apa yang dimaksud dengan fight. Apakah ditawari jabatan oleh Jokowi?

“Untuk apa saja, tapi walaupun saya di luar sebagai swasta tapi saya tidak ditawar-tawar tetap akan mendukung beliau dan pemerintahannya supaya sukses,” ujarnya.

Hendro mengaku mendapatkan pesan dari Jokowi untuk selalu menjaga kesehatan. “Enggak permintaan (khusus) cuman nasihat dari Pak Presiden supaya jaga kesehatan karena saya bilang umur saya sudah 70 tahun jadi ya sakit-sakit kan biasa. Dulu gak begini kan, jadi suruh jaga kesehatan itu saja,” ujarnya.

Meski dekat dengan Jokowi, Hendro mengaku tidak mendapat tawaran posisi atau tugas khusus. “Banyak sekarang ini kaum muda yang potensial dan lebih bagus daripada saya. Jadi sudah waktunya orang-orang muda ini ikut dalam barisannya Pak Jokowi, supaya sukses memimpin negeri kita. Begitu, jangan pakai saya yang tua,” ujarnya lagi.

Hendropriyono juga menegaskan tak merekomendasikan siapapun untuk kepala BIN. Menurutnya, itu hak Jokowi sebagai Presiden. Namun ia memberikan sinyal bahwa akan segera ada pergantian kepemimpinan di lembaga telik sandi ini dalam waktu dekat.

“Rekomendasi enggak lah, kalau ditanya saya jawab, tapi kalau merekomendasi orang per orang saya tidak,” tegasnya.

Adanya dugaan transaksi politik menguat lantaran banyak tokoh-tokoh yang mendapatkan jabatan strategis di pemerintahan, merupakan pendukung Jokowi selama pilpres. Tak terkecuali Hendropriyono. (Baca: Mereka Pegang Posisi Strategis, Bukti Politik Transaksional?)

Brigadir Jenderal Muhammad Andika Perkasa diangkat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden, yang tak lain adalah menantu dari Hendropriyono.

Lalu Diaz Hendopriyono, putra dari Hendropriyono baru saja didaulat sebagai komisaris PT Telkomsel. Menteri BUMN Rini Soemarno mengakui, pemerintah turut andil dalam keputusan ini. Namun, latar belakang Diaz yang tidak meyakinkan, membuat adanya tanda tanya besar di kalangan internal. Diaz adalah Ketua Kawan Jokowi yang berlatar belakang pendidikan Administrasi Negara dan berpengalaman sebagai konsultan politik. Namun kini, ia menjadi sosok penting di bisnis bidang telekomunikasi. (Baca: Anak Hendropriyono Ditunjuk Jadi Komisaris PT Telkomsel).

Dan di penghujung tahun, Jokowi juga melantikLuhut Binsar Panjaitan sebagai Kepala Staf Kepresidenan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 31 Desember 2014. (Baca: Luhut Dilantik Jadi Kepala Staf Kepresidenan)

Luhut dikenal sebagai salah satu orang yang memiliki hubungan dekat dengan Jokowi. Ia masuk sebagai tim sukses pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat Pilpres 2014. Luhut bahkan melepas jabatannya sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar demi mendukung Jokowi-JK. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*