heli ukrainaKiev, LiputanIslam.com — Sebuah helikopter militer Ukraina ditembak jatuh di tengah gencatan senjata, menewaskan 9 penumpang dan awaknya.

Militer Ukraina mengumumkan bahwa satu helikopter pengangkut militer Mi-8 miliknya ditembak jatuh oleh kelompok militan separatis setelah tinggal landas di dekat kota Sloviansk yang dikuasai separatis, Selasa (24/6). Demikian dilaporkan BBC News, hari ini.

Insiden ini terjadi hanya sehari setelah diumumkannya gencatan senjata oleh kedua pihak yang bertikai hingga hari Jumat (27/6). Sampai saat ini kelompok separatis tidak berkomentar tentang insiden penembakan ini.

Sebelum insiden ini para separatis telah menembak jatuh setidaknya 2 helikopter dan sebuah pesawat pengangkut militer Ukraina.

Sementara itu dalam perkembangan lainnya, Presiden Rusia Vladimir Putin, hari Selasa (24/6)  meminta parlemen untuk membatalkan hak penggunaan tindakan militer terhadap Ukraina. Namun Putin juga menegaskan bahwa Rusia akan tetap melindungi etnis Rusia yang berada di Ukraina, terutama di sebelah timur negara itu yang berbatasan dengan Rusia.

Menurut Putin langkah tersebut ditujukan untuk “menormalisasi situasi” di wilayah timur Ukraina. Demikian keterangan pers kantor kepresidenan Rusia.

Pada tanggal 1 Maret lalu Parlemen Rusia memberi hak kepada Putin untuk menggunakan kekuatan militer dalam menghadapi konflik di Ukraina.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyebut langkah Putin tersebut sebagai “langkah praktis pertama untuk menyelesaikan krisis di Ukraina timur. Ini terjadi setelah Putin secara resmi mendukung langkah perdamaian Ukraina yang diantaranya adalah gencatan senjata selama seminggu.

Namun dalam kunjungannya di Austria, Putin kemudian mengatakan bahwa gencatan senjata harus ditingkatkan sebagai langkah dilakukan “pembicaraan substantif” antara pemerintah Ukraina dan separatis.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL