Washington, LiputanIslam.com–Presiden AS Donald Trump menyatakan, ia tidak menilai gerakan ekstrimisme kulit putih sebagai ancaman ketika ditanya tentang pembunuhan warga Muslim di Selandia Baru pada Jumat (15/3) kemarin.

“Saya tidak [berpikir begitu]. Saya pikir, itu [pelaku teror] adalah kelompok kecil orang yang punya masalah yang sangat, sangat serius,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, menyanggah keberadaan ideologi nasionalisme kulit putih sebagai ancaman global.

Dalam aksi teror di masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, setidaknya satu penembak membunuh 49 orang di waktu sholat Jumat. Kejadian itu disebut sebagai penembakan massal terburuk di negara tersebut.

Penembak bernama Brenton Tarrant diketahui menyiarkan rekaman serangannya secara langsung di Facebook, setelah ia mengumumkan “manifesto” yang menyebut imigran sebagai “penjajah.”

Dalam menifesto itu, Tarrant memuji Trump sebagai “simbol identitas kulit putih dan simbol tujuan bersama.” Sampai kini, Gedung Putih tidak menanggapi pernyataan kontroversial tersebut.

“[Penyataan tentang] supremasi kulit putih dan nasionalis sayap kanan, seperti ketakutan atas ‘genosida kulit putih’, tersebar di dalam pernyataan [menifesto] tersebut,” demikian isi laporan dari New York Times.

Serangan gencar terhadap imigran, terutama orang-orang dari negara Muslim, diketahui merupakan inti dari kebijakan “America First” Trump.

Aktivis HAM sipil dan Muslim telah lama menuding Trump mempromosikan intoleransi. Pakar keamanan AS juga menyatakan, kebijakan imigrasi sang presiden telah menguatkan kelompok sayap kanan dan ideologi supremasi kulit putih di negara-negara Barat.

Kolumnis Intercept, Mehdi Hasan, mengatakan di program CNN Tonight bahwa terorisme sayap kanan yang tengah meningkat di AS maupun luar negeri berasal dari kesalahan retorika Presiden Trump.

Kejahatan terhadap komunitas Muslim dan orang kulit berwarna “sedang meningkat di Inggris, di seluruh negara Eropa barat, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan sekarang sayangnya, Selandia Baru,” imbuhnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*