hasyim_muzadi_663_382Jakarta, LiputanIslam.com — Mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengingatkan capres Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk berhati-hati demi tetap menjaga persatuan.

“Siapa pun yang meminpin negara hendaknya hati-hati, negara kita masih goncang sehingga diperlukan persatuan. Harus ada sistem maupun leadership yang baik,” ujarnya kepada wartawan usai mengadakan pertemuan tertutup dengan Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum PPP Djan Faridz di sela-sela acara Sarasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendekiawan di Ponpes Miftahul Ulum, Jl. Madrasah, Gandaria Selatan, Jaksel, Rabu (2/4).

Namun ia membantah pertemuannya dengan Prabowo dan Djan Faridz sebagai bentuk dukungan kepada Prabowo sebagai capres.

“Ndak ndak ada. Tadi yang datang ke sini kan banyak, ada Rizal Ramli juga tadi siang,” kata Hasyim.

Saat berbincang secara tertutup dengan Prabowo sebelum acara sarasehan, Hasyim mengaku memberi pesan pada mantan Danjen Kopassus itu. Pesan itu juga ditujukan pada calon presiden lainnya.

Dalam acara ini, Prabowo menjadi pembicara bersama dengan Waketum PPP Djan Faridz. Sebelum masuk ke lokasi sarasehan, keduanya bersama Hasyim sempat melakukan pertemuan tertutup.

Prabowo Kembali Singgung Kebocoran Kekayaan Negara
Dalam acara sarasehan tersebut Prabowo Subianto kembali bicara soal permasalahan bangsa. Salah satunya adalah kebocoran kekayaan negara yang diprediksi mencapai angka Rp 1.000 triliun.

“Timbul fenomena yang baru kita sadari bahwa bangsa ini sudah tidak ada tabungan, yang ada bocor Rp 1.000 triliun. Ada yang membantah saya. Anak-anak muda bilang sebenarnya Rp 3 ribu triliun, dan saya dengar teman-teman di KPK juga membenarkan. Saya pakai yang konservatif saja,” kata Prabowo di Ponpes Miftahul Ulum, Jaksel (2/4).

Lewat slide presentasi yang ia tampilkan, Prabowo memaparkan sumber angka Rp 1.000 triliun itu. Sebesar Rp 360 triliun berasal dari kehilangan potensi penerimaan pajak, Rp 500 triliun dari kebocoran anggaran negara, sementara Rp 300 triliun dari anggaran negara untuk subsidi energi.

“Ini puncak masalah bangsa. Para ulama dan kyai harus paham,” ujar mantan Danjen Kopassus ini.

Prabowo lalu mengungkapkan bahwa dengan uang sebesar Rp 1.000 triliun itu, sejumlah proyek yang menguntungkan masyarakat bisa dibangun.

“Bisa bangun jalan Jakarta- Surabaya di atas laut supaya tidak ambil lahan pertanian. Kita bisa bangun jalan tol di Sumatera 2700 km. Kereta api Trans Sumatera, bisa bikin pabrik mobil sendiri. Bisa bangun lahan sawah tambahan,” kata Prabowo.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini pun mengaku dimusuhi karena berani membongkar tentang kebocoran ini. “Angka ini saya sudah banyak dimusuhi. Prabowo kok bongkar-bongkar,” ujarnya.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL