Perundingan Nuklir IranJenewa, LiputanIslam.com — Hari pertama perundingan nuklir antara Iran dan kelompok 5+1 (Inggris, China, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat dan Jerman) yang berlangsung di Jenewa, berakhir tanpa hasil.

“Diskusi berjalan dengan sangat baik, namun kami belum mencapai kemajuan hingga tahap ini,” jelas Wakil Menteri Luar Negeri Sayed Abbas Araqchi, seperti dilansir Farsnews, (23/02/2015).

Sementara itu,  perwakilan Amerika Serikat (AS) menolak mengomentari hasil pertemuan tersebut. Sedangkan seorang narasumber yang terkait dengan perundingan ini menyatakan bahwa tidak ada agenda resmi yang akan dibicarakan pada hari ini. Pertemuan hanya membahas masalah teknis.

Kepala Delegasi Perancis, Nicolas de Riviere, juga hanya menyatakan bahwa perundingan telah berakhir, tanpa adanya keterangan lebih lanjut. Perwakilan dari negara-negara lainnya juga memilih bungkam.

Seperti diketahui, Iran dan AS berusaha untuk mengakhiri polemik nuklir Iran yang telah berlangsung selama 12 tahun. Iran dituduh mengayakan nuklir dengan tujuan militer, sedangkan pihak Iran konsisten membantah dan menyatakan bahwa nukulirnya, hanya digunakan untuk tujuan damai.

Diskusi antara Teheran-Washington juga telah dilakukan pada Minggu, kemarin, untuk membahas lebih lanjut pembatasan pengayaan nuklir Iran, dengan kompensasi dicabutnya sanksi ekonomi global. Iran diwakili oleh Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif sedangkan AS diwakili oleh Menteri Luar Negeri John Kerry.

Negosiasi Iran dengan P5+1 telah melewati tenggat waktu pada November 2014. Saat itu, perundingan masih buntu dan belum mencapai kata sepakat. Kesenjangan besar terjadi pada poin peningkatan level pengayaan uranium dan penghapusan sanksi terhadap Iran.

“Sekarang kami mencari tahu apakah pernyataan Iran tentang kesediaannya untuk menunjukkan bahwa program nuklirnya memang semata-mata untuk tujuan damai cocok (dengan kenyataan-red). Kami akan menempuh tindakan dan keputusan yang dapat diverifikasi. Sejauh ini, masih ada kesenjangan yang signifikan,” jelas Kerry, seperti dilansir Bloomberg, (22/02/2015)

Sementara itu, Zarif menyatakan,”Setiap isu perlu diperiksa dengan transparansi, presisi dan detail.” Oleh Barat dan Israel, Iran selalu dituduh mengembangkan senjata nuklir.

AS sendiri menggunakan sanksi ekonomi sebagai sarana untuk menekan Iran. “Tujuan mereka adalah memberikan tekanan administrasi terhadap Iran, dan untuk itu, tidak akan ada kesepakatan yang berhasil dilakukan,” pungkas Zarif. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL