udinJakarta, LiputanIslam.com — Memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia pada tanggal 3 Mei, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung kembali menyerukan penghentian impunitas atau aksi kekerasan terhadap jurnalis. Seruan itu didengungkan dengan menggelar aksi damai di pelataran Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Sabtu (3/5). Aksi yang digelar serentak oleh AJI di 37 kota di Indonesia itu juga mendesak aparat untuk serius mengungkap pembunuhan jurnalis Bernas Yogyakarta, Fuad Muhammad Syarifuddin alias Udin.

“Di Indonesia masih banyak terjadi kasus pembunuhan terhadap jurnalis, salah satunya kasus pembunuhan wartawan Udin yang belum tuntas. Bulan Agustus ini, kasusnya terancam kadaluwarsa akibat pembiaran,” ujar Ketua AJI Kota Bandung, Adi Marsiela, di Gedung Sate, Bandung, Sabtu (3/5).

Udin diserang orang tidak dikenal pada Agustus 1996 dan meninggal pada 16 Agustus 1996. Hingga kini, polisi belum menemukan tersangka pembunuh Udin. Empat bulan lagi, kasus ini terancam kadaluwarsa. Oleh karena itu, AJI Bandung menilai adalah sebuah kemunduran bagi polisi selama belasan tahun tidak mampu mengungkap pembunuh sebenarnya Udin.

“Selain Udin, masih ada tujuh wartawan lain yang dibunuh karena tugasnya dan karena beritanya. Sampai saat ini belum terungkap,” katanya.

Dari data yang diperoleh AJI Bandung, sejak 1996 ada delapan kasus pembunuhan jurnalis yang sampai saat ini belum terungkap pembunuh sebenarnya. Sejak Maret 2013 hingga April 2014 ada 43 kasus penganiayaan, ancaman, intimidasi hingga percobaan penganiayaan, perampasan alat kerja oleh berbagai pihak, seperti tentara, polisi dan PNS.

“Jurnalis bertugas menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ketika jurnalis dibungkam, informasi akan berhenti dan yang dirugikan adalah publik. Kebebasan pers harus dijaga,” kata Adi.

Dalam aksinya, AJI Bandung memasang poster besar bergambar wartawan Udin serta menggelar aksi teatrikal pantomime olehWanggi dan pembacaan puisi oleh penyair Bandung, Matdon. Puluhan jurnalis juga hadir turut mendukung peringatan Hari Pers Dunia tersebut. Setelah membacakan orasi, aksi damai ditutup dengan menyannyikan lagu Indonesia Raya.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL