Kerusakan di Gaza

Kerusakan di Gaza

GazaCity, LiputanIslam.com – Ribuan warga Palestina di Jalur Gaza terpaksa melarikan diri setelah sejak Tentara Zionis Israel semakin mengintensifkan serangannya di kawasan Shojaiya pada Sabtu malam (19/7). Akibatnya, hingga kini, jumlah korban jiwa terus bertambah.

Dari keterangan Wakil Menteri Kesehatan Palestina, Yussef Abu Rish, 410 penduduk Palestina telah gugur.

“Total 410 orang telah gugur sejak perang dimulai dan lebih dari 3.020 orang terluka, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil,” kata Abu Rish, kepada wartawan di rumah sakit Shifa di Kota Gaza, seperti dilansir Al-Akhbar, Minggu, 20 Juli 2014.

Setidaknya 50 warga Palestina telah gugur pada hari ini, atas serangan Israel di Shojaiya. Dari keterangan Naser Tattar, Direktur Rumah Sakit Shifa, ia menyebutkan bahwa setidaknya ada  400 orang yang terluka dalam serangan mematikan tersebut.

Kondisi di Gaza kian mencekam, ribuan penduduk tanpa alas kaki dan hanya mengenakan piyama, berduyun-duyun keluar rumah untuk menyelamatkan diri akibat pengeboman non-stop dari Israel. Mayat-mayat bergelimpangan di jalanan

Ahmed, salah satu penduduk, turut  melarikan diri bersama istri, saudara ipar dan anak-anaknya. Ia mengatakan tengah putus asa mencari tempat yang aman untuk berlindung.

“Pengeboman  dimulai tadi malam, sekitar pukul  21.00 , dan keadaan kini semakin memburuk,” jelasnya.

“Kini kondisinya menjadi gelap gulita, tidak ada air, dan kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan,” tambahnya.

Sampai hari ini, UNRWA  telah membuka 55 sekolah untuk  menampung orang-orang yang melarikan diri dari rumah-rumah mereka, dan diperkirakan sekitar 63.000 pengungsi berlindung didalamnya. Sedangkan di rumah sakit Shifa, ambulans tiba setiap lima menit. Namun sayang, akibat sulitnya akses ke pemikiman penduduk, tidak semua korban bisa ditolong. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL