jusuf-kallaJakarta, LiputanIslam.com — Hari ini Pengadilan Tipikor akan kembali menampilkan sosok penting dalam perkara Bank Century sebagai saksi. Jusuf Kalla (JK) akan hadir di pengadilan menjelaskan persoalan Century.

Kehadiran JK diharapkan bisa semakin membuat terang perkara ini. Terlebih lagi JK bisa menjelaskan sejumlah fakta yang sebelumnya pernah diungkap oleh mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Dalam sidang Jumat (2/5) lalu, Sri Mulyani memang membeberkan sebuah pengakuan yang cukup mengejutkan. Dia mengaku sudah melaporkan soal apa yang terjadi terkait Bank Century ke JK yang saat itu menjabat sebagai Wapres.

“Apakah benar pernah melaporkan Bank Century ke Wakil Presiden Jusuf Kalla,” kata jaksa Burhanuddin bertanya ke Sri Mulyani.

Sri Mulyani pun segera menjawab pertanyaan jaksa itu. “Mungkin, iya pak,” jawab Sri Mulyani.

Kemudian, Sri Mulyani juga mengungkapkan soal proses penyelamatan Century. Bersama Gubernur BI saat itu, Boediono dia menghadap ke JK melaporkan soal pengambil-alihan Century oleh LPS.

“Sesudah pengambilan keputusan saya laporkan ke bapak Presiden dan Wapres. CC Wapres melalui SMS dan surat resmi laporan tanggal 25 November 2008,” terang Sri Mulyani.

“Kami menghadap ke JK bersama Gubernur BI (tanggal 25 November) sudah disampaikan century berdampak sistemik dan sudah diambil alih oleh LPS,” jelas Sri Mulyani.

Jaksa kemudian mencecar Sri Mulyani dengan sejumlah pertanyaan. “Apakah saat menghadap JK, Anda melaporkan kondisi Century saat itu krisis?” tanya jaksa.

“Saya tidak perlu melaporkan kondisi krisis, semua juga tahu krisis,” jawab Sri Mulyani.

Dalam proses penyidikan, JK sebenarnya sempat mengaku tak tahu proses pembahasan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

“Saya tidak tahu adanya rapat itu (pembahasan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik),” kata JK beberapa waktu lalu.

JK kemudian menjelaskan rapat bersama KSSK pada 20 November 2008. Menurutnya, saat itu semua pihak yang terlibat dalam rapat sepakat jika ekonomi di Indonesia dalam keadaan aman.

“Pada tanggal 20 sore itu kita rapat ada Sri Mulyani, Boediono sebagai gubernur BI, dan beberapa menteri semuanya sepakat dan menjelaskan bahwa tidak ada krisis di ekonomi kita, tidak ada, semua aman,” jelasnya.

“Tapi beberapa jam kemudian, mereka rapat di (departemen) keuangan kemudian memutuskan adanya dampak sistemik, padahal sebenarnya itu tidak perlu dan itu juga mereka memang berdebat sebenarnya tidak terjadi gagal sistemik,” tambahnya.

Lantas seperti apa kesaksian JK nantinya?(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL