ka-malabar_3Jakarta, LiputanIslam.com — Direktur Jenderal Perkereta-apian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko, mengatakan proses evakuasi Kereta Malabar yang masuk jurang di Tasikmalaya Jawa Barat masih berlangsung. Dia menargetkan seluruh proses ini selesai pada hari Minggu (6/4).

“Targetnya, besok siang atau sore evakuasi bisa diselesaikan,” kata dia kepada media, Sabtu (5/4).

Saat ini dua alat berat berupa crane dan excavator didatangkan dari Bandung dan Cirebon. Alat-alat ini digunakan untuk mengangkut gerbong dan lokomotif kereta yang masuk ke jurang sedalam 25 meter. Menurut Hermanto, proses evakuasi dilakukan oleh petugas Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api.

Setelah gerbong dan lokomotif terangkut, petugas berupaya menghidupkan kembali jalur kereta di Tasikmalaya tersebut. Hermanto mengatakan perbaikan jalur lintasan kereta diperkirakan selesai dalam waktu dua hari. “Yang penting bisa kembali beroperasi dahulu,” ujarnya.

Kecelakaan Kereta Malabar terjadi pada pukul 18.15 WIB. Saat itu, Kereta Malabar yang hendak menuju Malang melintasi Kilometer 244+0/1, di antara Stasiun Cirahayu-Ciawi, Tasikmalaya. Jalur rel tersebut mendadak longsor setelah diguyur hujan lebat pada Jumat sore.

Saat melintasi rel yang longsor, lokomotif Kereta Malabar kemudian terguling. Tak lama kemudian, dua gerbong di belakangnya terlempar. Gerbong kedua dan pertama pun bertubrukan, diikuti gerbong ketiga yang masuk jurang. Data Kepolisian Daerah Jawa Barat menyebutkan 3 dari 13 gerbong (di luar lokomotif) terperosok ke dalam jurang. Banyak penumpang yang diperkirakan terjebak dalam gerbong dan tengah dievakuasi.

2 Turis Perancis Jadi Korban
Penumpang yang menjadi korban dalam kecelakaan KA Malabar di antaranya adalah dua warga negara Prancis. Menurut data Jasa Raharja, turis tersebut bernama Philippe Calonnec (43 tahun), dan Gilles Mezanger (43 tahun).

Hal ini dibenarkan salah seorang penumpang kereta api Malabar, Paulus. “Ada turis Prancis, mereka luka-luka,” kata dia. Turis tersebut dievakuasi ke madrasah di Kampung Terung.

Eki Nasirul, warga yang turut mengevakuasi bule Prancis, mengatakan bahwa turis tersebut mengalami luka di jidat.

“Saat dievakuasi, kondisi mereka masih sehat. Dia masih bisa berjalan dari rel ke perkampungan,” ia menjelaskan.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL