opec meetingWina, LiputanIslam.com — Ironis dengan kondisi di Indonesia yang baru saja mengalami kenaikan harga BBM sebesar 30% lebih, harga minyak dunia justru terus mengalami penurunan. Dan penurunan semakin besar setelah organisasi negara-negara produsen minyak OPEC memutuskan untuk tidak mengurangi produksinya.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Sekjen OPEC dalam pertemuan OPEC di Wina, Kamis (27/11) mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengurangi produksi demi menghambat penurunan harga minyak dunia.

“Memang ada penurunan harga. Namun bukan berarti kami harus terburu-buru melakukan tindakan,” katanya.

Menyusul pernyataan itu harga minyak Brent di pasar minyak dunia, merosot ke titik terendah sejak Agustus 2010, yaitu di bawah $72 per-barrel, sebelumnya akhirnya berhenti pada titik $72,58. Sementara minyak US benchmark melorot sebanyak $4,64 menjadi $69,05 per-barrel.

Dalam pertemuan itu ke-12 negara anggota OPEC memutuskan untuk mempertahankan produknya pada tingkat 30 juta barrels per-hari sebagaiman ditetapkan pada bulan Desember 2011.

“Kami tidak ingin panik. Saya sungguh-sungguh,” kata el-Badri.

“Kami harus mengamati pasar dengan seksama, karena penurunan harga tidak selalu mencerminkan perubahan fundamental,” tambahnya.

Secara umum harga minyak mentah dunia mengalami penurunan hingga 30% sejak Juni lalu, di tengah naiknya produksi minyak AS. Di AS sendiri, harga BBM kini merosot ke tingkat terendah selama beberapa dekade terakhir.

Para analis memperkirkan, keputusan OPEC itu disebabkan oleh pertimbangan untuk tetap menguasai pasar minyak dunia di bawah ancaman produksi minyak AS yang meningkat.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL