Sumber: jawapos.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Petani garam di Indramayu menyebutkan harga garam turun hingga Rp 150-250 per Kilogram. Menurutnya, turunnya harga garam ini merupakan yang terburuk dalam sejarah.

Petani garam di desa Krangkeng Indramayu Imam Bukhari mengatakan, harga jual garam saat ini tidak sebanding dengan modal tenaga dan operasional yang dikeluarkan.

“Kalau berbicara jauhnya, kan negara kita itu negara bahari, negara maritim, padahal banyak petani kita memproduksi garam tapi nyatanya, katanya, garam impor masih masuk,” kata dia, minggu (24/11).

Baca: Harga Garam Petambak Merosot hingga Rp 150 per Kg

Dia menyampaikan kejadian ini juga pernah terjadi pada tahun 2009. Harga garam saat itu turun hingga Rp 200 per kg.

“Saat itu kan masih garam tanah beda dengan sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, di Jawa Tengah harga garam anjlok di kisaran Rp 300-400 per kg. Harga tersebut turun drastis jika dibandingkan pada 2016 yang mencapai Rp 1000 per kg.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng Fendiawan Tiskiantoro mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menjaga harga garam tetap stabil. Hsl ini dilakukan dengan membangun gudang garam di sentra-sentra penghasil garam. Selain itu, pihaknya juga membangun tunnel dan juga gioisolator.

“Dengan adanya bantuan itu maka stabilitas harga dapat dijamin,” ucapnya. (sh/suaramerdeka/tribunnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*