perahu tenggelam cina2Beijing, LiputanIslam.com — Harapan semakin menipis untuk menemukan korban yang selamat dalam kecelakan perahu yang tenggelam di Sungai Yangtse, Cina, hari Senin lalu. Namun pemerintah bertekad untuk terus melanjutkan pencarian.

Seperti dilaporkan BBC News, Rabu petang (3/6), sudah tidak lagi terdengar suara-suara di dalam perahu yang terbalik sebagai penanda adanya korban yang masih selamat. Dari 456 orang yang berada di dalam perahu, baru 14 orang yang dipastikan selamat.

“Selama masih ada harapan, meskipun kecil, kami akan tetap berusaha dan tidak akan menyerah,” kata Menteri Transportasi Yang Chuantang kepada wartawan.

Televisi pemerintah, Cina Central Television (CCTV) melaporkan bahwa baru 26 mayat yang berhasil ditemukan, sementara sebagian besar korban masih terperangkap di dalam badan perahu dengan udara yang samakin menipis.

Perdana Menteri Li Keqiang yang mengawasi langsung operasi pencarian, memerintahkan dilakukannya ‘operasi tengah malam’ untuk menyelamatkan para korban setelah pada hari Selasa berhasil diselamatkan 2 orang korban, termasuk seorang wanita 65 tahun.

Zhang Hui (43 tahun), korban selamat yang ditemukan 10 jam setelah bencana mengatakan bahwa perahu tenggelam dengan cepat setelah terkena hantaman topan.

“Perahu miring dengan cepat, mungkin sekitar 45 derajat,” katanya kepada kantor berita Xinhua.

Fakta bahwa awak kapal tidak sempat mengirimkan tanda bahaya mengindikasikan kuat kesaksian tersebut. Hal serupa dikatakan kapten kapal dan kepala mekanik yang berhasil diselamatkan. Mereka menyebutkan perahunya dihantam oleh badai siklon.

Jubir Kementrian Transportasi Zhong Shoudao, mengatakan kepada CCTV bahwa perahu “Eastern Star” berbobot lebih dari 2.000 itu tidak didisain untuk tahan terhadap angin kencang.

“Kapal ini masuk dalam kategori B dengan ketahanan terhadap angin di bawah standar resmi. Karenanya, riskan tenggelam oleh hantaman tornado,” katanya.

BBC News melaporkan, pernyataan tersebut masih menimbulkan banyak pertahanyaan, seperti mengapa perahu-perahu lain di sekitar lokasi kecelakaan tidak terkena dampak yang hebat oleh badai tersebut. Sementara pemerintah terkesan menutup-nutupi banyak fakta dalam kecelakaan itu.

Dalam perkembangan terbaru terungkap bahwa otoritas Cina menemukan data bahwa perahu tersebut pernah diperiksa karena pelanggaran aturan keselamatan, 2 tahun lalu. Namun tidak ada informasi lengkap tentang informasi itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL