wiretappingWashington, LiputanIslam.com — Hanya 4 negara yang tidak dimata-matai oleh AS, yaitu Inggris, Kanada, Australia dan Selandia Baru.

Berdasar laporan Washington Post dengan mengutip laporan rahasia yang diklaimnya, National Security Agency telah mendapat otoritas untuk memata-matai semua negara di dunia kecuali 4 negara tersebut di atas.

“AS telah lama menjalin kesepakatan tidak saling memata-matai dengan 4 negara, Inggris, Kanada, Australia dan Selandia Baru,” tulis Washington Post sebagaimana dikutip Voice of Russia, Selasa (1/7).

Dalam dokumen rahasia yang dibuat tahun 2010 itu disebutkan bahwa NSA telah mendapatkan otoritas yang jauh lebih besar untuk melakukan mata-mata, daripada perkiraan orang sebelumnya, diangaranya menggunakan jaringan komunikasi perusahaan-perusahaan AS.

Otoritas tersebut diperoleh NSA dari Foreign Intelligence Surveillance Court atau pengadilan mata-mata internasional. Disebutkan dalam dokumen itu bahwa 193 negara adalah target operasi inteligen AS.

Selain institusi negara, organisasi-organisasi internasional juga menjadi obyek kegiatan mata-mata AS, seperti World Bank, International Monetary Fund (IMF), Uni Eropa dan International Atomic Energy Agency (IAEA).

Menurut laporan itu, dalam praktiknya NSA hanya melakukan kegiatan mata-mata atas separo dari 193 negara yang diberi wewenang.

Saat ini isu mata-mata masih menjadi ganjalan bagi hubungan AS dengan beberapa negara sekutunya, terutama Uni Eropa. Parlemen Jerman bahkan tengah menggelar penyelidikan tentang kegiatan mata-mata AS terhadap warga dan perusahaan-perusahaan Jerman, sementara Kanselir Angela Markel telah mengganti telepon pribadinya dengan telephon khusus anti sadap seharga puluhan juta.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL