haniya_on_shalitGazaCity, LiputanIslam.com – Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh bersumpah bahwa Jalur Gaza akan menjadi “kuburan bagi Tentara Zionis Israel”, yang telah melakukan kejahatan perang terhadap penduduk Gaza. Pernyataan Haniyeh, disampaikan pada hari Senin (21/7), dan ia menegaskan bahwa penduduk sipil Palestina, yang diperangi Israel.

Menurut Haniyeh, Rezim Zionis Israel melancarkan perang di Jalur Gaza lantaran gagal memaksa pejuang Palestina untuk menyerah. Meski demikian, Haniyeh tetap pada sikapnya semula bahwa perlawanan terhadap penjajahan ini akan terus berlanjut.

Dari laporan Press TV, 22 Juli 2014, Haniyeh juga mencemooh Tentara Zionis yang melakukan pembantaian kepada rakyat sipil, dan hal itu menunjukkan karakter asli dari Zionis Israel, yang tidak mampu  untuk mengimbangi perlawanan dari pejuang Palestina di medan perang.

Atas diamnya sebagaian masyarakat internasional terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa penduduk Palestina, Haniyeh mengecam keras. Padahal, agresi militer Israel ke Jalur Gaza yang disebut dengan Operation Protective Edge, telah menewaskan setidaknya 573 korban jiwa, dan lebih dari 3.000 orang telah terluka. Bahkan, Rumah Sakit Al-Aqsa yang terletak di jantung Gaza pun tak luput dari serangan brutal Israel.

Petugas medis di Jalur Gaza juga telah memperingatkan, bahwa persediaan obat-obatan di Jalur Gaza telah habis.

Untuk Palestina, setiap hari Jumat terakhir bulan Ramadhan yang merupakan hari Al-Quds Internasional, akan diwarnai dengan aksi turun ke jalan dari berbagai penjuru dunia. Menyuarakan dukungan bagi  kemerdekaan Palestina dan menentang segala bentuk penjajahan.

Israel Menutupi Jumlah Tentaranya yang Tewas

Israel dilaporkan telah melakukan kendali penuh atas media-media, terkait jumlah tentaranya yang ditangkap atau tewas dalam serangan tanpa henti di Jalur Gaza. Sejauh ini, media Israel juga menolak untuk memberikan konfirmasi terhadap penangkapan satu orang tentaranya.

Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam mengklaim telah menangkap Shaul Oron, seorang tentara Zionis Israel di kawasan Shejaiyah, di Gaza bagian timur. Sebagai buktinya, pejuang Palestina ini  juga menunjukkan ID Shaul Oron. Penangkapan ini dirayakan dengan penuh sukacita oleh penduduk Palestina.

Meski demikian, pihak militer Israel hanya mengatakan bahwa seorang tentaranya telah hilang dalam pertempuran di Jalur Gaza, dan ia diperkirakan sudah tewas.

Menurut Press TV, pejuang perlawanan Palestina telah menewaskan lebih dari 40 tentara Israel sejak dimulainya serangan Operation Protective Edge. Sedangkan sumber-sumber militer Israel mengkonfirmasi ‘hanya’ kehilangan 22 tentara. (ba)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL