potongan mh3702Saint-Denis-La Reunion, LiputanIslam.com — Para pakar penerbangan yang sudah menelitik foto-foto potongan sayap pesawat sepanjang 25 meter yang tersebar luas di internet, yakin bahwa potongan itu adalah permukaan sayap pesawat yang selalu bergerak yang lebih dikenal dengan flaperon.

Televisi Perancis ‘France 2’ menayangkan sebuah foto pada potongan sayap pesawat itu dengan stempel “657 BB” pada bagian dalamnya. Tanda itu cocok dengan kode pada manual Boeing 777 yang mengidentifikasikan ini sebagai flaperon dan berisi panduan bahwa bagian ini ditempatkan pada sayap pesawat bagian kanan.

Keterangan ini tercantum dalam petikan dokumen Boeing yang terdapat pada laman produsen pesawat komersial itu.

“Hampir pasti bahwa flaperon itu berasal dari sebuah pesawat Boeing 777,” kata Wakil Menteri Transportasi Malaysia Abdul Aziz Kaprawi kepada Reuters yang dilansir Antara, Jumat (31/7).

MH370 diyakini sebagai satu-satunya Boeing 777 yang jatuh di selatan khatulistiwa sejak pesawat jenis ini mulai terbang 20 tahun lalu.

Potongan pesawat itu ditemukan Rabu lalu terdampar di Pulau La Reunion, pulau vulkanik yang dihuni 850.000 orang yang sepenuhnya dimiliki Prancis dan terletak di Samudera Hindia dekat Madagaskar.

La Reunion terletak sekitar 3.700 km dari area pencarian MH370 di Samudera Hindia selatan dari lepas pantai barat Australia.

Para pejabat dan pakar menyatakan arus laut telah menyeret potongan-potongan pesawat itu ribuan kilometer dari tempat pesawat itu jatuh.

Jika potongan puing ini dipastikan berasal dari MH370, para pakar akan berusaha menjejak di mana tepatnya pesawat jatuh, sedangkan area pencarian akan kembali dipetakan, demikian Reuters.

Ditemukan Kopor

Sementara itu, Antara juga melaporkan ditemukannya sebuah koper penumpang pesawat yang terdampar di Pulau La Reunion, setelah ditemukannya potongan pesawat di pulau ini yang diyakini berasal dari sebuah pesawat Boeing 777.

Akan tetapi, Kepala tim pencarian MH370 Australia mengesampingkan kemungkinan kaitan antara bagian koper penumpang pesawat yang ditemukan di Pulau La Reunion itu dengan Malaysia Airlines MH370.

Koper itu ditemukan hari Kamis kemarin (30/7), tidak jauh dari potongan puing pesawat yang lebih dulu ditemukan dan ini memicu spekulasi bahwa itu kemungkinan berasal dari pesawat Malaysia Airlines raib tahun lalu dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing sambil membawa 239 orang di dalamnya.

Namun Martin Dolan, Kepala Badan Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) yang memimpin perburuan pesawat itu, menyatakan benda itu tampaknya tidak berkaitan.

“Berdasarkan apa yang kami pahami sejauh ini kurang beralasan untuk positif mengenai koper tersebut,” katanya kepada Australian Broadcasting Corporation.

“Sama sekali tak ada indikasi jelas koper itu ada di air untuk waktu yang lama dan seterusnya. Jelasnya koper itu harus diselidiki dengan sangat hati-hati dan keputusan yang tepat telah dibuat namun kami tidak punya tingkat keyakinan yang sama soal itu bahwa itu bukti potensial,” tambahnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL