LiputanIslam.com—Kelompok perlawanan Hamas mengatakan bahwa peta Palestina yang ditawarkan AS di bawah naungan Deal of the Century hanyalah khayalan Israel.

“Peta terbaru Palestina yang didesain oleh Trump dalam Deal of the Century, entah itu benar atau tidak, hanyalah khayalan Israel. Peta Palestina yang sesungguhnya terukir di dalam hati kami dan akan terwariskan ke dalam gen-gen anak keturunan kami,” ucap anggota Biro politik Hamas, Husam Badran, pada Sabtu kemarin (6/4).

Ia menekankan bahwa orang-orang Palestina memiliki hak untuk kembali ke kampung mereka, yang telah direbut oleh Israel sejak 1948. Ia menambahkan bahwa orang-orang Palestina akan terus mempertahankan tanah mereka apapun halangannya.

Rincian Deal of the Century Trump terkait Palestina, secara perlahan mulai terungkap. Kantor berita berbahasa Arab, Al-Akhbar, melaporkan pada Jum’at (5/4), bahwa Trump sedang memaksa Yordania untuk menjadikan sekitar satu juta pengungsi Palestina sebagai warga Yordania dengan imbalan yang akan diberikan kepada pemerintah Yordania senilai $45 milyar. Proses pemindahan warga negara bisa dilakukan secara bertahap dan meliputi orang-orang Gaza yang kini hidup di Yordania.

Hal yang sama juga ditawarkan Trump kepada Mesir dengan imbalan senilai $65 milyar.

Terkait hal ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Mesir dan Yordania terkait rencana Trump tersebut. Namun, Presiden Palestina Mahmoud Abbas secara tegas menolak ide tersebut karena dianggap sangat menguntungkan Israel. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*