Potret Husam Badran, anggota Hamas. Sumber: Presstv

Gaza,LiputanIslam.com—Seorang anggota kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengecam kerajaan Arab Saudi karena menahan lusinan warga Palestina. Ia menyebut, tindakan kerajaan itu tak bisa diterima. Meski kontak antara Hamas dan para pejabat kerajaan telah dilakukan, ia mengaku tidak ada kemajuan penting terkait kasus ini.

“Kampanye penangkapan terhadap orang-orang Palestina tidak bisa diterima atau dipahami. Mereka adalah orang-orang Palestina yang mencintai negara. Kami berharap agar mereka segera dibebaskan,” ucap Husam Badran dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Quds News pada Senin (28/10) kemarin.

Baca: Pasca Tewasnya Al-Baghdadi, Asia Tenggara Bersiap Hadapi Pembalasan ISIS

Pada 21 Oktober lalu, jubir Hamas, Sami Abu Zuhri memberikan keterangan kepada Shehab news bahwa orang-orang Palestina yang mendekam di penjara-penjara Arab Saudi telah mengalami penyiksaan dan diinterogasi dengan cara-cara yang kejam.

“Sayangnya, produr investigasi terharap para tahanan Palestina sangat buruk, sebagian justru menjadi korban penindasan. Bahkan, mereka juga diintrogasi oleh orang-orang asing,” ucapnya.

Abu Zuhri menambahkan, “ Sampai saat ini ada sekitar 60 tahanan Palestina di penjara-penjara Saudi. Sebagian adalah para pendukung Hamas. Di antara mereka ada yang telah hidup di Arab Saudi selama tiga dekade dan telah berkontribusi bagi pembangunan kerajaan itu.”

Ia mengaku, sampai saat ini Hamas telah melakukan berbagai upaya untuk menghubungi sejumlah pejabat kerajaan agar para tahanan itu dibebaskan. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*