hamasYerusalem, LiputanIslam.com—Pemimpin organisasi perlawanan Hamas, Khaled Meshaal, bereaksi keras terhadap pelarangan mengumandangkan adzan dengan pengeras suara oleh rezim Israel. Ia mengatakan pembuatan undang-undang seperti itu seperti “bermain dengan api.”

Berbicara dalam wawancara ekslusif dengan kantor berita Turki, Anadolu, pada Minggu (20/11/16), Khaled Meshaal mengatakan aturan ‘muazin’ itu “telah menyebabkan reaksi keras dari rakyat Palestina dan Muslim di seluruh dunia.”

Meshaal juga menegaskan bahwa tidak akan ada stabilitas di kawasan Timur Tengah sampai hak-hak Palestina diakui dan Israel enyah dari tanah Palestina.

Dalam pertemuan kabinet pada hari Minggu lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan dirinya mendukung aturan tersebut karena kegiatan adzan hanya menyebabkan kebisingan.

Namun, Meshaal menolak pernyataan tersebut. Katanya, aturan itu bukan untuk menghentikan kebisingan, tetapi hanya untuk membungkam masjid-masjid.

“Aturan ini adalah hasil dari Islamophobia yang telah mendominasi Israel,” kata Thabet Abu Ras, anggota dari Abraham Fund. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL