rafah_borderGaza, LiputanIslam – Hamas mengecam keras berlanjutnya penutupan pintu perbatasan Rafah dan menyebutnya sebagai kejahatan anti kemanusiaan. Jubir Hamas Fawzi Barhum mengingatkan bahwa berlanjutnya penutupan pintu perbatasan Rafah seiring dengan eskalasi aksi permusuhan Israel terhadap Jalur Gaza itu sangat berdampak buruk bagi semua aspek kemanusiaan, ekonomi, kesehatan dan lingkungan.

Fawzi menegaskan, “Kebersikerasan otoritas Mesir menutup pintu perbatasan Rafah, memperketat blokade terhadap Gaza dan mencegah masuknya bahan pangan, obat-obatan, bantuan dan menelantarkan orang-orang yang sakit – diukur dengan kriteria dan tolok ukur apapun-  jelas merupakan kejahatan anti kemanusiaan, kejahatan terhadap bangsa Palestina dan penduduk kami di Jalur Gaza.” Hamas mengimbau khalayak Arab, Dunia Islam dan masyarakat dunia supaya menunjukkan solidaritasnya terhadap bangsa Palestina.

Pasca peristiwa kudeta Juli 2013 otoritas Mesir menuduh Hamas bersekongkol dengan Presiden Mesir terguling, Mohamed Morsi, dan kelompok Ikhwanul Muslimin yang telah dinyatakan oleh otoritas Mesir sebagai kelompok teroris karena telah melancarkan berbagai aksi kekerasan di negeri piramida ini. Tuduhan ini ditepis keras oleh pihak Hamas.

Mahkamah Kairo untuk Urusan Darurat awal Maret ini juga mengeluarkan keputusan yang menyatakan kegiatan Hamas di Mesir berbahaya, serta menyegel semua basis Hamas di Kairo. Hamas mengecam keputusan itu dan menyebutnya sebagai keputusan politis yang merugikan bangsa Palestina dan perjuangannya melawan Israel. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*