Gaza, LiputanIslam.com—Kelompok Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, menuding Israel dan Pemerintah Palestina (PA) telah menolak memberikan izin perjalanan bagi penduduk Gaza yang membutuhkan perawatan kesehatan di luar kawasan pendudukan.

Juru Bicara Menteri Kesehatan Hamas, Ashraf al-Qudra, mengatakan pada Selasa (27/6/17), bahwa jumlah penolakan izin itu meningkat drastis dalam beberapa bulan terakhir.

“Sejak awal tahun, 11 orang, kebanyakan anak-anak, telah meninggal dunia akibat penolakan izin beperjalanan oleh Israel atau Pemerintah Palestina,” ujar al-Qudra, seperti dilansir dari sejumlah media.

Sang menteri menambahkan, di beberapa hari terakhir, tiga anak tewas setelah ditolak izinnya untuk keluar dari Gaza.

Pejabat dari Kementerian Kesehatan Gaza, Yusef Abu Rish, mengatakan  dalam konferensi pres bahwa “terdapat ancaman kematian yang lebih banyak lagi dengan adanya pelarangan masuknya obat-obatan ke Gaza dan penolakan izin beperjalanan bagi orang-orang sakit.”

Untuk keluar dari Gaza dan melewati Israel untuk mendapatkan perawatan di Tepi Barat, penduduk Gaza harus memberikan dokumen permohonan kepada Pemerintah Palestina.

Dalam beberapa bulan terakhir, Presiden Abbas dituding menekan Hamas dengan memotong upah bagi pegawai sipil.

Pemerintah Palestina dan Hamas diketahui sejak lama berselisih, dan keputusan Abbas dinilai sebagai tekanan tak langsung kepada Hamas agar kelompok ini melepaskan kontrol atas Gaza. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL