shaath haniyehGaza City, LiputanIslam.com — 2 kelompok politik utama Palestina yang saling bersaing, Fatah dan Hamas, melanjutkan kembali pembicaraan rekonsiliasi di Gaza City, hari Minggu (9/2).

Dalam pembicaraan tersebut delegasi Fatah dipimpin oleh petinggi Fatah Nabil Shaath. Mereka bertemu langsung dengan pemimpin Hamas yang juga perdana menteri de-facto dan de jure Palestina yang memerintah di Jalur Gaza, Ismail Haniyeh.

Dalam pertemuan tersebut Haniyeh mengatakan bahwa Hamas telah membuat keputusan strategis untuk berkompromi dengan Fatah yang berkuasa di Tepi Barat. Ia menyatakan bahwa Hamas tengah mencari inisiatif untuk “menyediakan atmosfir positif bagi pembicaraan rekonsiliasi”.

Haniyeh juga menyebutkan bahwa proposal perdamaian Palestina-Israel yang diajukan Menlu Amerika John Kerry baru-baru ini tidak akan bisa menghasilkan perdamaian karena tidak ada pengakuan terhadap hak-hak rakyat Palestina.

Dalam kunjungannya ke Gaza, Shaath juga bertemu dengan sejumlah pejabat Hamas lainnya untuk membicarakan cara penghentian permusuhan Hamas-Fatah yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Kepada wartawan, Shaath mengatakan bahwa penghentian pertikaian antara Hamas dan Fatah dengan membentuk pemerintahan bersama serta penyelenggaraan pemilu yang jujur adalah hal-hal yang dikehendaki oleh sebagian besar rakyat Palestina.

Pertikaian antara Hamas dan Fatah dimulai setelah Hamas berhasil memenangkan pemilu pertama Palestina tahun 2006. Sejak itu keduanya telah membuat kesepakatan damai di Mesir dan Qatar tahun 2011 dan 2012, namun gagal diimplementasikan karena perbedaan pandangan yang terlalu lebar antara keduanya.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL