Washington, LiputanIslam.com—Duta AS untuk PBB Nikki Haley mempertanyakan hak kembali pengungsi Palestina ke kampung halaman mereka, dengan mengklaim bahwa perhatian PBB kepada pengungsi Palestina terlalu dibesar-besarkan.

Hal ini dikatakan Haley di Yayasan Pertahanan Demokrasi, sebuah organisasi Amerika pro-Israel, pada Selasa (29/8/18). Menurutnya, isu hak kembali warga Palestina seharusnya tidak diangkat-angkat lagi dalam diskusi PBB di masa depan.

“Saya setuju dengan itu [menghapus isu hak kembali], dan saya pikir kita harus melihat ini dari apa yang terjadi (dengan pengungsi) di Suriah, apa yang terjadi di Venezuela,” paparnya.

Hak kembali warga Palestina merupakan sebuah posisi atau pendirian politik di mana pengungsi Palestina dianggap berhak kembali ke kawasan yang kini dijajah oleh Israel. Mereka juga punya hak atas properti yang mereka tinggalkan dan dipaksa ditinggalkan ketika mereka diusir dari Palestina dalam perang 1948.

Selama bertahun-tahun, warga Palestina terus memperjuangkan hak kembali mereka sebagai bagian dari solusi terhadap konflik dengan Israel.

Nikki Haley, sebagai seorang wakil AS pro-Israel, mengatakan bahwa pemerintah Presiden Donald Trump akan mempertimbangkan penolakan resmi atas hak kembali warga Palestina.

Media Israel pun melaporan bahwa pemerintah Trump akan menolak dan tidak mengakui hak kembali pengungsi Palestina ke kampung halaman mereka. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*