ban-niqab-court-britain.siLondon, LiputanIslam.com — Seorang hakim senior Inggris menyerukan diberlakukannya peraturan baru untuk melarang penutup wajah yang biasa digunakan oleh kaum muslimah.

Sebagaimana dilansir Russia Today akhir pekan lalu, Wakil Ketua Mahkamah Agung Inggris Baroness Hale of Richmond, mengatakan bahwa Mahkamah Agung dan Pemerintah harus harus menemukan cara untuk memastikan bahwa pakaian-pakaian muslimah seperti niqab dan burqah tidak menutupi wajah wanita saat memberikan kesaksian.

Menurutnya, penutup wajah memungkinkan seorang saksi menutup-nutupi kesaksiannya dan hakim tidak bisa mengetahui apakah yang disampaikan adalah benar atau bohong. Lebih penting lagi, katanya, penutup wajah bisa menutupi identitas seorang saksi yang memungkinkan terjadinya kesaksian palsu.

“Kita harus mencari cara untuk membut hal ini mungkin dan memaksa seseorang untuk menunjukkan seluruh wajahnya saat diperlukan,” kata Baroness.

“Kita tidak keberatan untuk membiarkan orang untuk menutup wajahnya karena alasan religius selama mereka tidak melakukan hal-hal merugikan. Jika tidak, kita harus melakukan hal yang lebih keras,” tambahnya.

Meski Inggris saat ini belum mengikuti Perancis dan Belgia yang melakukan pembaasan penggunaan penutup wajah, saat ini perdebatan di kalangan yudikatif Inggris masih terus berlangsung.

Baroness dikenal sebagai penentang pakaian penutup wajah, demikian sebut Russia Today. Dalam buku yang ditulisnya baru-baru ini, “Refusing the Veil”, ia menuduh penutup wajah sebagai cermin orang yang rendah diri.

Pada hari Kamis (11/12) pemerintah ibukota provinsi Xinjiang, provinsi yang paling banyak dihuni kaum Muslim Uighur di Cina, mengeluarkan larangan pemakaian penutup wajah di tempat umum. Hal ini dilakukan di tengah-tengah kampanye anti-teroris yang digelar pemerintah Cina.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL