Sumber: Sindonews

Jakarta, LiputanIslam.com — Untuk menghadapi revolusi industri 4.0, alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menjadi pimpinan media Nina Kurnia Dewi menekankan agar media-media di Indonesia segera berubah ke paradigma digital, tidak lagi mengandalkan paradigma manual.

” Media saat ini sudah tidak bisa lagi menunda perubahan. Media harus berubah dan bergerak cepat,” kata Nina Kurnia Dewi di sela “Seminar Nasional: Rebooting Business Mindset towards VUCA World” sekaligus pelepasan alumni SB-IPB, di Jakarta, Sabtu (2/11).

Nina menambahkan, pimpinan media saat ini harus “concern” untuk mengubah paradigma dari manual ke digital, guna menghindari risiko sekaligus menunjang kecepatan “update” pemberitaan.

“Apalagi media sebagai lembaga penyebar berita, harus berada di garda terdepan dalam pemberitaan yang cepat dan akurat,” katanya.

Baca juga: BPS: Industri Manufaktur TunbTu Melambat

Dalam perkembagan dunia ke depan yang dapat terjadi situasi ketidakpastian, menurut Nina, maka bekal yang harus dipegang oleh setiap orang tidak cukup hanya memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) yang sangat tinggi. “Namun, setiap orang harus mengutamakan integritas, kejujuran, kemampuan kolaborasi, dapat mengatasi masalah, dapat bekerjasama, dapat membuat keputusan, dan dapat menjadi pemimpin,” katanya.

Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan berkembangnya industri berbasis teknologi digital, informasi, dan komunikasi. Semakin banyak pekerjaan manusia yang digantikan oleh mesin atau robot. Namun semakin banyak pula pekerjaan-pekerjaan baru yang memiliki prospek karier gemilang. (Ay/Antara/IDN Times)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*