s 500Moskow, LiputanIslam.com — Rusia meningkatkan pertahanan udaranya dengan menggelar sistem pertahanan udara S-500 dan S-400 guna menghadapi ancaman serangan yang dilancarkan AS.

Seperti diketahui AS tengah mengembangkan sistem ‘pertahanan’ Prompt Global Strike (PGS) yang akan memungkinkan AS melancarkan serangan rudal konvensional hipersonik di segala penjuru dunia dalam hitungan menit.

Seperti dilansir Russia Today, Senin (6/4), Wakil Komandan Pasukan Pertahanan Ruang Angkasa Rusia Mayjend Kirill Makarov mengatakan bahwa PGS merupakan salah satu ancaman terbesar bagi Rusia. Untuk itu Rusia harus menghadapinya dengan sistem pertahanan udara yang efektif.

“Untuk menghadapi ancaman seperti itulah maka Rusia kini mengembangkan sisterm pertahanan udaranya,” kata Makarov. Ia menekankan bahwa para pemimpin Rusia menganggap pertahanan udara yang efektif untuk menghadang PGS sebagai sesuatu yang ‘sangat penting’.

PGS yang dimiliki AS saat ini masih berupa rudal-rudal balistik dan jelajah, termasuk yang diluncurkan dari pesawat dan kapal selam. Namun AS juga tengah mengembangkan rudal-rudal hipersonik serta meriam yang ditembakkan dari satelit di ruang angkasa.

Rusia memperkirakan pada tahun 2020 mendatang AS akan memiliki 8.000 rudal jelajah, 6.000 di antaranya bisa dilengkapi hululedak nuklir. Sebagian besar rudal-rudal tersebut bisa dipastikan mampu menjangkau wilayah Rusia.

Untuk menghadapi ancaman itu Rusia tengah mengembangkan sistem pertahanan udara terbarunya, S-500 yang dirancang untuk menghadang rudal-rudal berkecepatan sangat tinggi (hipersonic) lawan.

“Saat sistem ini selesai dikembangkan, akan sanggup untuk menghadang setiap sasaran-sasaran balistik dan aerodinamic,” kata Makarov.

Sementara itu, sambil menunggu rudal-rudal S-500 selesai, Rusia akan segera menggelar sistem pertahanan udara S-400 yang berdaya jangkau lebih tinggi.

“Ujicoba-ujicoba tengah dilakukan dengan gencar. Tiga hari lalu kami berhasil menggelar ujicoba yang semuanya mengenai sasaran,” tambah Makarov.

Setelah menjamin keamanan wilayah-wilayah vital, Rusia kini juga tengah memprioritaskan pertahanan di wilayah-wilayah perbatasan dan terpencil seperti wilayah Arctic. Di sini Rusia telah membangun beberapa pangkalan militer, sistem pertahanan udara dan artileri. Rusia juga berencana menggelar pesawat-pesawat MiG-31 Interceptor untuk mengawal kapal-kapal militer maupun kapal dagang Rusia di Laut Utara.

“Kami telah menempatkan sistem pertahanan Pantsir di Arctic,” tambah Makarov.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL