markas fbiWashington DC, LiputanIslam.com — Seorang hacker pro-Palestina mempublikasikan identitas 20.000 agen kepolisian federal AS (FBI) dan 9.000 pegawai Department of Homeland Security (DHS).

Hacker tersebut ‘berkicau’ dengan nama akun @DotGovs, membocorkan data-data inteligen rahasia itu lengkap dengan daftar nama, diskripsi pekerjaan, nomor telepon, email, disertai pesan ‘Hidup Palestina, Hidup Gaza.”

Hacker tersebut merilis data agen-agen DHS pada hari Ahad (7/2). Kurang dari 24 jam kemudian ia membocorkan data agen-agen FBI. Demikian seperti dilaporkan Sputnik News (RIA Novosti), hari ini (10/2).

Jubir Kejaksaan Agung AS (Department of Justice) mengatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki kebocoran informasi tersebut. Namun ia buru-buru mengatakan bahwa tidak ada data sensitif yang bocor. DHS memberikan pernyataan yang sama.

Hacker tersebut dilaporkan mendapatkan data-data tersebut dengan mengakses sebuah alamat email milik Kejaksaan Agung, lembaga yang membawahi FBI, kemudian mengakses 3 komputer server Kejaksaan Agung dimana data-data itu ditemukan.

Dalam kicauannya hari Ahad (7/2), hacker tersebut mengatakan, “Kapankah pemerintah AS sadar bahwa kami tidak akan berhenti hingga mereka menghentikan hubungan dengan Israel.”

“Pastikan untuk mem-twit #FreePalestine untuk memberikan kesadaran kepada semua orang tentang anak-anak Palestina yang meninggal karena dibom Israel dengan bantuan pemerintah AS!”, tambah kicauan itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL