Habib Luthfi bin Yahya - Ulama Sufi IndonesiaPekalongan, LiputanIslam.com — Rais ‘Amm Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (Jatman), Habib Luthfi bin Ali bin Yahya menegaskan bahwa apabila ulama dan TNI-Polri bersatu, Indonesia akan menjadi negara yang kuat.

“Apabila, ulama, TNI dan Polri bersatu, rakyat sulit untuk dipecah belah. Persatuan kita sangat penting, untuk mengisi kemerdekaan dan membangun negara tercinta ini,” tegas Habib Luthfi, saat memberikan Tausiyah dalam Silaturahim Mursyid Thariqah se-Indonesia bersama TNI-Polri, di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu, 24 Januari 2015.

Acara ini dihadiri oleh jajaran TNI-Polri Jateng, Yogyakarta dan Jawa Barat, Muspida Kota Pekalongan. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin awalnya dijadwalkan akan menghadiri silaturahim ini. Namun mendadak ia diminta mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Arab Saudi untuk menyampaikan dukacita atas wafatnya Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz.

Selain ribuan mursyid dari 43 aliran Thariqah yang tergabung dalam Jatman seluruh Indonesia, silaturahim ini juga dihadiri beberapa ulama dari Suriah, Yaman, dan Turki.

Menurut Habib Luthfi, membangun Indonesia, tidak semudah membalik telapak tangan karena perlu waktu, kesabaran dan keuletan. Saat Nabiyullah Muhammad Saw diangkat menjadi rasul, lanjut Habib, perintah mendirikan shalat baru ada setelah 10 tahun. “Artinya semua hal membutuhkan proses,” terangnya.

Habib menceritakan, Rasulullah Saw sangat nasionalis dan selalu menanamkan rasa nasionalisme kepada para sahabatnya. “Rasul Saw sangat mencintai Arab. Beliau sering menyatakan diri, ‘Saya adalah bangsa Arab’.”

“Untuk itu, sebagai rakyat Indonesia sudah seharusnya merasa bangga dengan Indonesia, apa pun sukunya, baik Jawa, Sunda, Arab, India, Tiongkok atau lainnya. Jika kita terlahir di negeri ini, teriakkan dengan lantang, ‘Saya orang Indonesia!’” ajak dia.

Habib melihat, dalam era global ini, silaturahim antar anak bangsa sangat dianjurkan, karena mampu lebih mengakrabkan dan membersatukan.

“Ulama, TNI dan Polri adalah orang tua kita semua. Dan sebagai orang tua, harus memberi suri tauladan. Jika tidak, maka akan mengurangi kewibawaan ulama, TNI dan Polri sendiri,” terangnya.

Habib Luthfi juga menyampaikan keprihatinannya atas beberapa kejadian yang belakangan menimpa Indonesia. Menurutnya, saat ini, Indonesia dengan mudah diobok-obok sehingga wibawanya sebagai bangsa besar, dipertaruhkan. Meski demikian, tegas Habib, selagi ulama, TNI-Polri bersatu, kewibawaan Indonesia akan kembali lagi. “Tidak perlu diperdebatkan, apa lagi kita membahas hal-hal lain,” tegas Habib. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL