Aan mention media-media nasional untuk menyatakan sikap Gusdurian

Aan mention media-media nasional untuk menyatakan sikap Gusdurian

Surabaya, LiputanIslam.com — Komunitas pecinta, pengikut dan pengembang pemikiran Gus Dur yang disebut Gusdurian, bereaksi atas BPBD Jatim yang melarang pengungsi Syiah Sampang untuk merayakan Idul Fitri dengan alasan keamanan.

Aan Anshori, Kordinator Jaringan Gusdurian Jawa Timur, mengungkapkan bahwa larangan ini, justru merupakan bentuk adu domba, yang seoalah-olah memberikan stigma negatif terhadap suku Madura, sebagai suku yang tidak cinta damai dan menyukai kekerasan.

Berikut ini, adalah pernyataan sikap yang dirilis di  http://aananshori.web.id/:

Hari Raya Idul Fitri menjelang. Nasib ratusan pengungsi Syiah Sampang di Rusunawa Jemundo Sidoarjo makin mengenaskan. Hal ini terkait edaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur yang isinya melarang pengungsi pulang kampung karena alasan keamanan. Pelarangan dengan faktor sepihak ini tentu semakin meruntuhkan konfidensi para pengungsi untuk bisa berbaur kembali dengan lingkungan yang sudah mereka tinggalkan lebih dari dua tahun ini.

Pelarangan sepihak dengan alasan keamanan ini sebenarnya menunjukkan dua hal penting. Pertama, pemerintah propinsi tengah melecehkan dirinya sendiri dengan cara menunjukkan ketidakmampuannya menyediakan pengamanan mudik bagi para pengungsi Syiah Sampang. Padahal, terdapat lebih dari 20.000 polisi dari berbagai kesatuan di bawah kendali Polda Jawa Timur yang harusnya siap memberi pengamanan. Jika masih kurang, Polda bisa meminta bantuan Pangdam V/Brawijaya menggerakan pasukannya mengawal mudik pengungsi. Sebagai catatan, Jawa Timur adalah salah satu basis kekuatan infanteri terbesar di Indonesia.

Divisi Infanteri II Kostrad berada di Malang diperkirakan memiliki kekuatan 15-20 ribu pasukan. Sedangkan Brigade Infanteri 1/Marinir yg berlokasi di Sidoarjo & Surabaya mempunyai kekuatan lebih dari 5 ribu pasukan. Pointnya, Jawa Timur mempunyai kekuatan pengamanan lebih dari cukup hanya untuk memastikan pengungsi Syiah bisa mudik lebaran.

Kedua, alasan keamanan yang dikemukakan BPBD Jawa Timur cenderung mengadu domba penduduk Madura dengan cara menstigma warga Madura (Sampang) sebagai penduduk yang tidak cinta damai dan suka kekerasan. Cara pandang pemprov Jawa Timur ini sangat berbahaya terutama dalam rangka menemukan model rekonsiliasi damai konflik ini.

Atas hal diatas, saya menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mendesak kepada Gubenur dan Kapolda Jawa Timur untuk tidak malas memberikan pengamanan bagi pengungsi Syiah Sampang yang berkehendak mudik.

2. Meminta kepada Pemprov Jawa Timur untuk menghentikan stigma terhadap Sampang sebagai kabupaten yang identik dengan kekerasan dan instabilitas.

3. Mendorong kepada semua pihak untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum kembali pada kesucian diri yang ditandai dengan penghormatan dan toleransi atas berbagai perbedaan.

Salam,

Aan Anshori
Kordinator Jaringan GUSDURian (JGD) Jawa Timur.
E. aan.anshori@gmail.com
T. 08155045039
W. http://aananshori.web.id
Twit. @aananshori

[ba]

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL