Sumber: nu.or.id

Jombang, LiputanIslam.com– Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) menyoroti tingginya penggunaan internet yang tidak dibekali dengan cara bagaimana berinternet yang baik. Karena itu, menurutnya sebagai kalangan yang memiliki latar belakang agama dan pengetahuan, sudah seharusnya kita memberikan contoh dalam berliterasi, bermedia sosial yang baik.

Demikian hal itu disampaikan Gus Sholah pada acara Talk Show bersama Duta Baca Indonesia Najwa Shihab di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, seperti dilansir NU Online pada Minggu (3/11).

“Kita yang berlatar belakang agama harus memberikan contoh yang baik dan sopan dalam berliterasi. Orangnya punya literasi baik tidak mudah menghukumi sesuatu,” ucapnya.

Tingginya penggunaan internet dan medsos, namun tidak dibarengi pengetahuan yang cukup menyebabkan dunia medsos seringkali justru memunculkan hal-hal yang tidak baik, seperti fitnah dan hoaks.

“Efeknya terasa dengan buruknya komunikasi sosial masyarakat akhir-akhir ini. Caci maki di media sosial sangat gencar sekali dan parahnya kata-katanya sangat tidak pantas. Motifnya padahal sangat remeh sekali hanya beda dalam pandangan politik dan masalah furu’iyah. Saling menyebar hoaks dan membenci. Kebencian menjadi racun yang terus merusak pola pikirnya,” tegasnya.

Baca: Dewan Pers Minta RKUHP Dicabut

Sementara Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab memberikan tips untuk hobi membaca dan menjadikan membaca gaya hidup. “Cari tahu apa yang kamu suka dan cari bacaan yang mendekatkan pada sesuatu yang kamu suka. Itu hal paling mudah. Semoga itu membantu agar lebih suka membaca ya,” katanya. (aw/NU/laduni).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*