Gunung_Slamet_dari_Kr_SalamPurbalingga, LiputanIslam.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mengimbau warga yang bermukim di lereng Gunung Slamet tetap tenang meskipun status aktivitas vulkanik gunung itu naik menjadi Waspada.

“Kami secara resmi memang belum menyampaikannya kepada masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Slamet, khususnya yang masuk wilayah Purbalingga, seperti Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, dan sekitarnya. Namun teman-teman SAR (Search and Rescue) yang merupakan mitra kami, telah menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap tenang,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Purbalingga Priyo Satmoko di Purbalingga, Selasa (11/3) pagi.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Purbalingga untuk menutup sementara jalur pendakian ke puncak Gunung Slamet melalui Pos Bambangan di Desa Kutabawa.

Disinggung mengenai 21 pendaki yang melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet sejak Senin (10/3) pagi, kata dia, seluruhnya telah turun dalam kondisi selamat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi meningkatkan status aktivitas vulkanik Gunung Slamet, Jawa Tengah, dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II).

Kepala Badan Geologi Surono melalui siaran pers yang diterima Antara, di Purbalingga, Senin (10/3) malam mengatakan Gunung Slamet yang berada di antara Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Pemalang mengalami peningkatan kegempaan.

“Dengan adanya peningkatan kegempaan tersebut, maka sejak Senin (10/3) pukul 21.00 WIB, status Gunung Slamet ditingkatkan dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II),” katanya.

Pihaknya merekomendasikan masyarakat atau wisatawan tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah Gunung Slamet.

Terdengar Dentuman Keras
Priyo Satmoko menambahkan bahwa 21 pendaki yang melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet pada Senin (10/3) pagi seluruhnya telah turun dalam kondisi selamat. Para pendaki itu, kata dia, tiba di Pos Bambangan pada Senin malam.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, saat para pendaki itu berada di atas, mereka mendengar suara dentuman. Oleh karena itu, mereka segera kembali turun dengan dibantu teman-teman SAR,” katanya.

Dilaporkan sebelumnya, Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Purbalingga Prayitno mengatakan bahwa berdasarkan data pos pendakian Gunung Slamet di Dukuh Bambangan (Pos Bambangan) tercatat 21 pendaki yang berangkat ke puncak Gunung Slamet pada Senin (10/3) pagi.

“Petugas di Pos Bambangan sudah mencoba untuk menghubungi melalui nomor telepon seluler yang dicatatkan di pos sebelum naik. Kami meminta mereka untuk turun kembali,” katanya di Purbalingga, Senin (10/3) malam.

Selain itu, kata dia, ada sembilan pendaki dari Pekalongan yang hendak melakukan pendakian pada Senin (10/3) sore. Akan tetapi, pihaknya telah melarang sembilan pendaki asal Pekalongan itu melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet.(ca/republika.co.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL