insyaLos Angeles, LiputanIslam.com—Seorang pria Muslim bernama Khairuldeen Makhzoomi (26) dipaksa keluar dari pesawat Southwest Airlines karena mengatakan kalimat Islam,  “insyallah.” Demikian laporan dari The Independent pada Kamis (6/10/16).

Makhzoomi yang adalah seorang lulusan Universitas Berkeley baru akan berangkat dari Los Angeles International Airport. Setelah duduk di kursi penumpang, ia menelepon pamannya di Baghdad, Iraq, untuk menceritakan dirinya yang akan bertemu dengan Sekjen PBB, Ban Ki-moon.

Sebelum menyudahi pembicaraan, Makhzoomi menggunakan kalimat “insyallah.” Kemudian dia melihat seorang penumpang wanita memperhatikannya. Ia mengira wanita itu marah karena suaranya yang terlalu keras.

Namun, dua menit kemudian seorang pria datang dengan dua petugas polisi. Mereka meminta Makhzoomi untuk keluar dari pesawat. Seorang agen menggiringnya keluar dan menanyainya mengapa dia mengatakan kalimat berbahasa Arab di “suasana politik seperti sekarang.”.

Makhzoomi menceritakan beberapa anjing dibawa polisi untuk mencium kopernya, tubuhnya digeledah, dan dompetnya direbut.

“AS adalah negara bebas. Bagaimana bisa seseorang dipermalukan seperti ini?” katanya kepada The Independent.

“Saya pernah hidup di bawah kekuasaan Saddam Hussein. Saya tahu rasanya didiskriminasi,” tambahnya.

Pesawat tersebut tidak memperbolehkan Makhzoomi untuk kembali. Akhirnya ia memesan penerbangan lain dengan pesawat Delta.

Juru bicara Southwest Airlines, Brandy King, menyatakan kepada The Independent bahwa Makhzoomi diinvestigasi karena ia telah mengatakan kalimat yang “berpotensi sebuah ancaman”.

“Beginilah islamophobia memasuki negara ini,” kata Makhzoomi, “Mereka mendiskriminasi seorang siswa yang datang ke negara ini sebagai pengungsi Iraq untuk meraih mimpi.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL