pangkalan militer as jepangTokyo, LiputanIslam.com — Gubernur Okinawa memerintahkan penghentian studi bawah laut bagi pembangunan pangkalan militer AS senilai $8,6 miliar di pulau tersebut, setelah ditutupnya pangkalan militer AS di Futenma. Demikian kantor berita Russia Today melaporkan, Senin (23/3).

Bagi Gubernur Takeshi Onaga, ini adalah pemenuhan janjinya saat kampanye pemilu November 2014 lalu untuk menentang pembangunan pangkalan militer tersebut. Dalam konperensi pers hari Senin, ia mengumumkan bahwa kontraktor-kontraktor departemen pertahanan harus menghentikan studi tersebut karena dianggap merusak terumbu-terumbu karang. Jika mereka menolak, ia mengancam akan mencabut ijin operasi pengeboran kontruksi yang dikeluarkan pendahulunya tahun 2012.

Studi tersebut diperlukan bagi rencana pembangunan pelabuhan udara lepas pantai yang menjadi bagian dari pangkalan militer AS di wilayah yang jarang penduduknya di utara Pulau Okinawa. Direncanakan pangkalan baru itu akan menampung ribuan personil militer AS setelah ditutupnya pangkalan militer di Futenma yang terletak di selatan Okinawa yang padat penduduknya.

Pangkalan militer AS itu dianggap sebagai sumber kebisingan bagi para warga lokal Jepang, sekaligus sumber kejahatan, dimana kasus-kasus perkosasan dan penculikan gadis-gadis lokal sering dilakukan personil militer AS. Salah satu yang terkenal adalah penculikan dan perkosaan gadis 12 tahun oleh 3 prajurit AS tahun 1995.

Pada tahun 1996, Jepang dan AS sepakat untuk menutup pangkalan itu, sementara pembangunan pangkalan pengganti terkendala karena penolakan warga Okinawa.

Langkah Onaga itu bersamaan dengan pengumuman kunjungan Perdana Menteri Shinzo Abe ke AS bulan April mendatang. Abe yang diketahui menganut kebijakan luar negeri yang agresif dalam menentang dominasi Cina di kawasan, adalah pendukung pembangunan pangkalan militer pengganti tersebut.

Menteri Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan kepada jurnalis bahwa pemerintah tengah mempelajari sikap Gubernur Onaga. Ia menyebut langkah Onaga tersebut sebagai “sangat disesalkan”.

“Kami akan melanjutkan pekerjaan konstruksi itu tanpa hambatan,” katanya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*