Grand Sheikh

Sumber foto: Egypt Independent

Kairo, LiputanIslam.com — Grand Sheikh Al-Azhar Sheikh Ahmed al-Tayeb pada hari Minggu (9/3) mengecam PBB dan sistem veto dalam pidatonya, pada pembukaan sebuah forum yang berjudul “Mempromosikan Perdamaian di Komunitas Muslim.”

Dalam pidatonya, Grand Sheikh mengungkapkan pada pasal pertama dari Piagam PBB, yang diperuntukkan untuk menjaga perdamaian dan keamanan dan menahan diri dari mencampuri urusan internal [suatu negara]. Namun yang terjadi, PBB tidak mampu mencegah banyaknya  kebijakan yang berdasarkan atas ketidakadilan.

Dia menambahkan,  meskipun PBB dibentuk untuk menghadapi ancaman terhadap perdamaian global dan menghentikan tindakan agresi antara bangsa-bangsa, kenyataannya negara-negara adidaya masih bisa bermain-main dengan perdamaian sesuai dengan kepentingan pribadinya.

“Piagam PBB itu sendiri tidak memungkinkan adanya perdamaian yang didasarkan pada keadilan  dan keseimbangan,” katanya. “Hal ini [Piagam PBB] tidak memperhitungkan hak orang lain,” lanjutnya.

Grand Sheikh  mengatakan bahwa hal veto yang dimiliki oleh beberapa negara adidaya, sesungguhnya mengancam perdamaian dunia. “[Veto ini] menghalangi organisasi  PBB untuk menuntut para pelaku di berbagai daerah yang menimbulkan  ketegangan di seluruh dunia,” katanya.  “Banyak analis yang mempertimbangkan bahwa veto AS di Palestina / konflik Zionis sebagai penyebab paling penting dari terorisme internasional.”

“Meskipun saya tidak percaya pada teori konspirasi yang menyalahkan Barat untuk semua masalah yang kami hadapi, saya pikir ada tangan tak terlihat yang mengendalikan permainan ini,” katanya. (LiputanIslam.com/egyptindependet/af)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL