Washington, LiputanIslam.com – Google baru-baru ini mengumumkan penambahan fitur khusus untuk layanan berita, yaitu Fact Check (pemeriksa fakta) pada Jumat (7/4). Media-media mainstream CNN, The Washington Post, NBC, CBS, The New York Times, dan beberapa organisasi lain ditetapkan sebagai pemeriksanya.

Dengan Fact Check, para pembaca akan tahu siapa yang memeriksa validitas sebuah berita beserta kesimpulannya. Fitur ini juga akan mengidentifikasi artikel-artikel, dengan menampilkan informasi tentang sebuah klaim di berita dan siapa yang membuat klaim tersebut.

Sistem rating Fact Check akan memberikan peringkat validitas dari “benar”, “salah”, “sebagian benar” dan “sebagian salah.”

Google mengatakan, semua pihak bisa menjadi pemeriksa fakta, namun “hanya media yang secara algoritmik dipastikan memiliki sumber informasi yang dapat dipercaya akan diterima sebagai pemeriksa.”

Sampai kini, ada 115 organisasi termasuk media korporasi mainstream seperti  CNNThe Washington PostNBCCBS, dan The New York Times yang diterima menjadi pemeriksa.

Hal ini tentu saja mengkhawatirkan, karena seperti kata analis kebijakan luar negeri Joe Clifford, media-media mainstream ini sendiri banyak menghasilkan berita-berita palsu yang disetir oleh pemerintah AS dan CIA. (AL/Mintpress)

baca juga: Analisis: Media Mainstream Melakukan Kebohongan

Kontrol CIA Terhadap Media AS

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL