smithsSalt Lake City, LiputanIslam.com — Gereja Mormon untuk pertama kalinya mengakui bahwa pendirinya, Joseph Smith, telah melakukan praktik polygami. Jumlah istrinya, tidak tanggung-tanggung, 40 orang. Padahal selama ini Smith digambarkan sebagai pelaku monogami.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di situs resmi kelompok ini, sebagaimana dilaporkan oleh BBC, Senin (11/11), gereja menyebutkan “berdasar perkiraan yang hati-hati” jumlah istri Joseph Smith antara 30 hingga 40 orang, termasuk seorang remaja 14 tahun dan beberapa janda.

Gereja Mormon yang didirikan tahun 1830 di New York, melarang poligami pada tahun 1890, dan hingga sekarang menghukum pelakunya dengan hukuman “pengasingan” atau dikucilkan dari masyarakat.

Selama ini Gereja Mormon mengakui Joseph Smith beristrikan  satu orang, yaitu istri pertamanya bernama Emma. Namun dalam artikel berjudul “Plural Marriage in Kirtland and Nauvoo” dalam situs gereja disebutkan:

“Joseph menikahi beberapa wanita lagi dan mengijinkan beberapa pemuka gereja untuk mempraktikkan poligami.” Menurut artikel itu, akibat poligami ini Emma mengalami “siksaan batin”.

Kebanyakan istri-istri Smith berusia antara 20 hingga 40 tahun saat dinikahi. Namun yang termuda berusia kurang dari 15 tahun, yaitu Helen Mar Kimball, seorang putri dari pasangan sahabat Smith.

Laporan itu menyebutkan bahwa sebagian istri-istri itu tidak pernah berhubungan badan dengan Smith, yang oleh pengikut-pengikutnya dianggap sebagai “manusia suci”. Istri-istri itu sengaja dipingit untuk menemani Smith di kehidupan setelah kematian.

Gereja yang saat ini bermarkas di kota Salt Lake City-Utah ini mengklaim memiliki 15 juta pengikut di seluruh dunia.

Meski poligami telah umum dilakukan oleh para pendeta Kristen pada masa lalu, namun pengakuan ini mengguncangkan sebagian pengikut gereja ini.

“Ini bukan gereja dimana saya tumbuh besar, ini bukan Joseph Smith yang saya cintai,” tulis seorang pengikut gereja ini dalam sebuah media sosial.

Gereja Mormon memiliki 13 keyakinan pokok, di antaranya percaya bahwa Zion (Jerussalem baru) akan dibangun di Amerika. Gereja ini juga percaya bahwa Tuhan memiliki jasad, beristri dan beranak seperti manusia. Mereka juga percaya bahwa manusia bisa berubah menjadi seperti Tuhan. Demikian BBC melaporkan. Kitab suci aliran ini adalah Book of Mormon.

Para pemimpin gereja mengatakan bahwa pengakuan itu merupakan bagian dari upaya untuk berbagi kebenaran dan transparansi kepada para pengikut.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL