Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah tuduhan Wikileaks soal dugaan korupsi percetakan uang negara di kediamannya, Bogor, Kamis (21/7/2014).  Foto: Kompas

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah tuduhan Wikileaks soal dugaan korupsi percetakan uang negara di kediamannya, Bogor, Kamis (21/7/2014).
Foto: Kompas

Jakarta, LiputanIslam.com — Pemberitaan media asing yang dinilai tidak berimbang, membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono gerah. Ia pun mengkritik media asing yang terkadang tidak fair dalam pemberitaan terkait Indonesia karena hanya memberitakan berita-berita yang buruk saja.

Dari laporan Antaranews, hal itu diungkapkan Presiden SBY  di hadapan wartawan saat berada di teras depan Istana Merdeka. “Saya kadang-kadang melihat TV-TV internasional itu ada yang diwartakan negeri kita ini hanya yang buruk-buruknya saja. Padahal maunya kita kalau yang baik ya juga diwartakan.”

“Yang buruk juga silakan diwartakan sebagai cambuk bagi kita. Yang paling baik memang pers harus tetap kritis, TV juga gitu, tapi tetap fair and balance (adil dan berimbang),” kata Presiden SBY.

SBY mengaku, selama ini ia selalu mencermati dan mempelajari sejumlah pemberitaan tentang Indonesia dari televisi asing.

“Paling cepat jam 12 malam baru istirahat karena saya review semua apakah itu CNN, BBC, Skynews, Euronews, CNBC, Aljazeera, Channel News Asia, Bloomberg, kemudian terutama itulah sehingga saya bisa membanding-bandingkan mana TV internasional yang fair dan balance terhadap pemberitaan di dunia termasuk terhadap pemberitaan di indonesia,” katanya.

Beberapa hari yang lalu,  SBY terang-terangan menunjukkan kegeramannya atas informasi yang dibocorkan WikiLeaks dan dilansir oleh situs berita online, Sindonews.com. Dalam informasi, SBY dituduh bersama Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri terlibat korupsi pencetakan uang kertas di Australia tahun 1999.

Dalam berita itu, menurut Kompas, disebutkan bahwa ada perintah dari otoritas Australia untuk mencegah pelaporan atas kasus dugaan korupsi pencetakan uang kertas agar tidak merusak hubungan internasional Australia. Dalam kasus korupsi pencetakan uang negara ini, disebutkan juga anak perusahaan RBA Securency dan Note Printing Australia (NPA), yang diminta untuk mengamankan kontrak multijuta dollar AS yang diduga melibatkan Pemerintah Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan negara-negara lain. WikiLeaks turut menyebut 17 tokoh dunia, termasuk Megawati dan SBY.

Dan, bagaimana tanggapan SBY?

SBY menilai berita itu telah menimbulkan kecurigaan di dalam negeri. “Saudara-saudara, berita seperti ini, saya tahu, cepat beredar, dan kemudian karena sangat sensitif dan menyangkut kehormatan dan harga diri, baik Ibu Mega maupun saya sendiri. Maka, saya ambil keputusan tadi pagi untuk bertindak mengeluarkan pernyataan. Yang jelas pemberitaan WikiLeaks danSindonews.com itu telah mencemarkan dan memengaruhi nama baik Ibu Mega dan saya sendiri,” ujar SBY. (ba)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL