London, LiputanIslam.com–George Galloway, seorang mantan anggota Parlemen Inggris dan jurnalis termuka, memprediksikan kehancuran negara-negara imperium terbesar di dunia dalam waktu dekat.

“Negara-negara jantung imperium telah memasuki tahun 2019 dalam kondisi hancur,” tulisnya dalam artikel yang dimuat RT pada Rabu (9/1).

“Washington, London, dan Paris – tiga ibukota Imperium– hari ini tidak bisa diatur, ditutup, terhuyung-huyung di ambang kehancuran atau dikepung oleh rakyat mereka sendiri…. Ini adalah fakta, ini adalah berita,” lanjutnya.

Di AS, hari ini masih terjadi penutupan pemerintahan di tengah keributan yang tak berujung di dalam badan pemerintah.

Menteri Pertahanan AS, James Mattis, telah mengundurkan diri “seperti halnya para bawahan berseragam lainnya yang marah pada keputusan presiden untuk menarik tentara akibat kekalahan terus-menerus di peperangan luar negeri.”

Penasehat Keamanan, John Bolton, juga secara terbuka menentang Presiden Trump atas kebijakannya di Suriah, dan mayoritas pejabat Demokrat di DPR bersiap untuk memakzulkan sang presiden.

DI London, PM Inggris Theresa May terlihat seperti “wanita yang berjalan dalam keadaan mati,” demikian disebut Galloway. Keputusan tentang Brexit masih tidak jelas. Kerusuhan di depan gedung Parlemen mulai terjadi, tidak ada faksi politik yang bisa menarik suara mayoritas.

Sementara, di Prancis, gerakan rompi kuning ‘Gilets-Jaunes’ masih menggelar demo, di mana ratusan ribu rakyat Prancis dari semua latar politik, menyerbu jalanan di kota-kota untuk menuntut Presiden Macron mundur.

Selain itu, pada minggu ini pemerintah Italia dilaporkan bergabung dengan ‘Gilets-Jaunes’, di mana wakil PM Salvini secara personal mengecam presiden Prancis karena “melawan rakyatnya sendiri.”

Galloway menulis, pada hari Sabtu mendatang, London juga akan menghadapi lautan demonstran anti penghematan anggaran pemerintah seperti tuntutan Rompi Kuning terhadap Macron.

“[Kekuasaan] pusat tidak bisa menahan. Sistem lama kini mati; yang baru tidak bisa lahir. Jika kita tidak berhati-hati, kita akan hidup dalam zaman monster,” tulisnya. (ra/rt)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*