oppossing delegationsGenewa, liputanislam.com — Perundingan antara 2 delegasi yang berseberangan dalam Konperensi Genewa II belum menghasilkan sesuatu yang berarti. Namun organiser bertekad untuk melanjutkannya. Demikian keterangan utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk Suriah Lakhdar Brahimi kepada pers, Sabtu malam waktu setempat (25/1).

“Kami tidak meraih banyak hal namun kami terus berusaha,” kata Brahimi usai pertemuan tiga jam antaranya dirinya dengan delegasi pemerintah dan oposisi di markas PBB di Genewa Sabtu malam.

Menurut Brahimi dalam pertemuan tersebut dibahas persoalan kemanusiaan yang terjadi di Suriah seraya menambahkan adanya diskusi panjang tentang kondisi di Homs. Untuk pertemuan selanjutnya akan dibicarakan masalah tawanan dan orang-orang yang diculik. Brahimi menegaskan harapannya bahwa konvoi bantuan kemanusiaan akan bisa memasuki Homs pada hari Senin (27/1).

Perundingan antara delegasi pemerintah Suriah dan oposisi berlangsung di tengah-tengah perbedaan-perbedaan yang fundamental, terutamanya mengenai pembentukan lembaga transisional dan tentang kedudukan Presiden Assad selama masa transisi dimana kubu oposisi menghendaki Presiden Assad mengundurkan diri sedangkan kubu pemerintah berkukuh Assad tetap menjabat presiden dan memimpin jalannya proses transisi.

Oposisi Tidak Mencari Solusi

Tentang konperensi Genewa II yang bertujuan mencari solusi politik bagi konflik Suriah yang telah berlangsung hampir 3 tahun dan telah menelan korban ribuan orang, pakar hukum internasional dan pengamat politik Timur Tengah Franklin Lamb dalam satu wawancara dengan media Iran Press TV mengatakan dengan tegas bahwa kubu oposisi tidak berniat untuk mencari solusi, dan karenanya perundingan akan mengalami kegagalan.

“Kita tidak bisa bersikap optimis, khususnya pada tahap ini bahwa akan ada gencatan senjata secara luas, karena jujur saja, oposisi tidak menginginkannya,” kata Franklin Lamb kepada Press TV, Sabtu (25/1).

“Saya memiliki kesan bahwa oposisi tidak menginginkan solusi politik karena mereka percaya bahwa solusi militer masih bisa mereka dapatkan. Mereka mengira akhirnya Amerika akan memberikan bantuannya, dan saya rasa mereka berada di bawah perkiraan yang salah,” kata Lamb.

Lamb menyebutkan bahwa tokoh-tokoh oposisi yang kini terlibat dalam perundingan tidak bisa mewakili rakyat Suriah karena mereka umumnya tidak dikenal oleh rakyata Suriah. Sebagian dari mereka bahkan telah tinggal di luar negeri selama seperempat abad.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL