Foto: Metrotv

Foto: Metrotv

Solo, LiputanIslam.com – Lebaran di hari ke-3, Presiden terpilih  Joko Widodo, menggelar open house di Gedung Graha Saba, Jalan Letjen Soeprapto, Solo, Jawa Tengah, Rabu. Sebanyak 8.000 warga memadati lokasi gedung. Antrean tampak begitu panjang hingga memakan badan jalan.

Jokowi mengatakan bahwa warga yang datang untuk bersilahturahmi berasal dari berbagai  pelosok di tanah air. “Ini enggak cuma dari Solo tok lho. Seluruh Indonesia, dari Bajarmasin, Maluku, Riau, Kalimantan,” ungkap Jokowi.

Warga yang masuk ke tempat acara, harus menjalani pemeriksaan, salah satunya melalui alat metal detektor, untuk bertemu Jokowi. Tak ada satupun warga yang membawa tas ke dalam ruangan, kecuali dompet dan telepon selular. Semua barang dititipkan kepada panitia penyelenggara acara.

“Iya, enggak apa-apa. Yang penting bisa ketemu presiden. Saya lihat di tv terus buru-buru ke sini. Kita pikir sudah ditutup tapi masih boleh masuk,” ujar salah seorang warga.

“Aduh punya tetangga jadi Presiden, rasanya bahagia sekali,” ucap warga lainnya seperti keterangannya kepada wartawan SCTV.

Walau penuh, tidak ada desak-desakan maupun kericuhan di sini. Warga tampak tertib dan menerima arahan dengan senang hati. Warga yang hadir dibagi menjadi dua bagian. Yang datang terlebih dahulu, bisa masuk ke ruangan untuk bersalaman dengan Jokowi dan keluarga, sedangkan sisanya, dengan tertib menunggu di luar.

Oleh karena itu, Jokowi mengapresiasi mereka. Bahkan dia mengaku tak lelah meski harus menyalami 8.000 tamu.

“Enggak, di sini ramai. Budaya kita kan antre, di sini (Solo) bisa ditata, dikelola. Kamu lihat kan, itu rapi, bukan rapi lagi tapi pakai banget,” ucap Jokowi di sela waktu istirahat.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada seluruh  warga Solo. Sebab pada Pilpres 9 Juli lalu, Jokowi-JK menang telak di kota kelahirannya.

“Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin. Terima kasih sudah percaya kepada saya,” ujar Jokowi di hadapan ribuan warga.

Selain bersalaman, Jokowi bagi-bagi amplop dan sejumlah buku tulis. Hal itu dilakukan karena momen lebaran ini juga bertepatan dengan tahun ajaran baru. Tidak diketahui berapa nominal di dalam amplop tersebut. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL